2 Desember 2021

Masihkah kita menyombongkan diri

Search Google.com. Sombong

Jum’at 19 Nopember 2021, 08:00 WIB

Medan-Rentaknews.com. Pada awal Februari 2020 yang lalu Tedros Adhanom Ghebreyesus, Dirjen Orgnisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan Covid-19 darurat global. Pada 11 Maret 2019 dinyatakan sebagai pandemi, Covid-19, sindrom pernafasan akut parah coronavirus 2 (SARS-CoV-2) telah menjadi wabah bagi dunia.

Virus ini telah menjangkau lebih 210 Negara, menginfeksi dan positif lebih 2 juta orang, menyebabkan kematian mendekati 130.000 orang (dengan Case Fatality Rate 6,3 %), terjadi dalam satu waktu yang masa transmisi bisa 1-2 tahun.

Allah SWT berfirman :

وَإِذَا أَنْعَمْنَا عَلَى الْإِنْسَانِ أَعْرَضَ وَنَأَىٰ بِجَانِبِهِ ۖ وَإِذَا مَسَّهُ الشَّرُّ كَانَ يَئُوسًا

Artinya : Dan apabila Kami berikan kesenangan kepada manusia niscaya berpalinglah dia; dan membelakang dengan sikap yang sombong; dan apabila dia ditimpa kesusahan niscaya dia berputus asa. (QS Al-Isra’ 17:83)

وَّ اَنۡ لَّا تَعۡلُوۡا عَلَی اللّٰہِ ۚ اِنِّیۡۤ اٰتِیۡکُمۡ بِسُلۡطٰنٍ مُّبِیۡنٍ

Artinya : dan janganlah kamu menyombongkan diri terhadap Allah. Sungguh, aku datang kepadamu dengan membawa bukti yang nyata. (QS Ad-dukhaan 44:19)

Lebih dari sebulan terakhir ini walaupun kemurungan masih meliputi beberpa negara, namun melihat kondisi saat ini virus corona terlihat melemah. Walau tak satupun Negara yang memastikan serangan virus corona telah berakhir.

Makhluk kecil seukuran 400-500 micro, bernama virus corona dengan mudahnya merontokakan kekuatan manusia serta meluluh lantakan arogansi dan kesombongan manusia.

Firman Allah SWT :

وَاِذَا قِيْلَ لَهُ اتَّقِ اللّٰهَ اَخَذَتْهُ  الْعِزَّةُ بِالْاِثْمِ فَحَسْبُهٗ جَهَنَّمُ ۗ  وَلَبِئْسَ الْمِهَادُ

Artinya : “Dan apabila dikatakan kepadanya, bertakwalah kepada Allah, bangkitlah kesombongannya untuk berbuat dosa. Maka pantaslah baginya Neraka Jahanam, dan sungguh (Jahanam itu) tempat tinggal yang terburuk.” (QS. Al-Baqarah 2:206)

Sesungguhnya tidak sedikit manusia mengalami trauma atas musibah ini, bahkan orang-orang yang berilmu sekalipun, begitupun bukan berarti kesombongan manusia terhadap kekuasaan Allah berakhir. Walau virus ini telah menghantui pikiran orang banyak yang tidak yakin akan kebesaran Allah.

Tidak sedikit pula yang masih merasakan trauma keluar rumah, takut bersentuhan, bahkan masih ada yang takut kedatangan tamu, mengangap semua orang membawa virus. Bahkan ada yang berpikir lihat masker wajah, ingat covid-19, semestinya ingat virus corona, ingat Yang Maha Agung, Allah SWT.

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam telah memberikan pelajaran akidah mendasar ini dalam sabdanya kepada Ibnu Abbas radhiyallahu’anhuma,

يَا غُلاَمُ، إِنِّي أُعَلِّمُكَ كَلِمَاتٍ؛ احْفَظِ اللهَ يَحْفَظْكَ، احْفَظِ اللهَ تَجِدْهُ تُجَاهَكَ، إِذَا سَأَلْتَ فَاسْأَلِ اللهَ، وَإِذَا اسْتَعَنْتَ فَاسْتَعِنْ بِاللهِ، وَاعْلَمْ أَنَّ الأُمَّةَ لَوِ اجْتَمَعَتْ عَلَى أَنْ يَنْفَعُوكَ بِشَيْءٍ لَمْ يَنْفَعُوكَ إِلاَّ بِشَيْءٍ قَدْ كَتَبَهُ اللهُ لَكَ، وَإِنِ اجْتَمَعُوا عَلَى أَنْ يَضُرُّوكَ بِشَيْءٍ لَمْ يَضُرُّوكَ إِلاَّ بِشَيْءٍ قَدْ كَتَبَهُ اللهُ عَلَيْكَ، رُفِعَتِ الأَقْلاَمُ وَجَفَّتِ الصُّحُفُ

Artinya : “Nak, aku ajarkan kepadamu beberapa untai kalimat: Jagalah Allah, niscaya Dia akan menjagamu. Jagalah Allah, niscaya kau dapati Dia di hadapanmu. Jika engkau hendak meminta, mintalah kepada Allah, dan jika engkau hendak memohon pertolongan, mohonlah kepada Allah. Ketahuilah, seandainya seluruh umat bersatu untuk memberimu suatu keuntungan, maka hal itu tidak akan kamu peroleh selain dari apa yang telah Allah tetapkan untukmu. Dan andaipun mereka bersatu untuk melakukan sesuatu yang membahayakanmu, maka hal itu tidak akan membahayakanmu kecuali apa yang telah Allah tetapkan untuk dirimu. Pena telah diangkat dan lembaran-lembaran telah kering.” (HR. Tirmidzi no. 2516, Imam Ahmad dalam Al Musnad: 1/307)

Imam Ibnu Daqiq Al-‘Ied rahimahullah menyebutkan salah satu faedah dari hadits diatas adalah bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memberikan bimbingan dan arahan kepada sahabatnya itu. Agar bertawakal kepada Allah semata dan tidak menggantungkan hati kepada selain Allah dalam segala urusan, apakah itu sedikit ataupun banyak.

Sesungguhnya Allah memerintahkan setiap muslim mau membaca, merenungi, dan mentadaburi ayat-ayat-Nya. Baik ayat-ayat yang termaktub dalam al-Qur’an al-Karim, maupun  ayat-ayat kauniyah berupa alam semesta yang merupakan makhluk ciptaan Allah Tabaraka wa Ta’ala dan menjadi kekuasaan-Nya.

Allah SWT berfirman,

إِنَّ فِي خَلْقِ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَاخْتِلَافِ اللَّيْلِ وَالنَّهَارِ لَآيَاتٍ لِأُولِي الْأَلْبَابِ  . الَّذِينَ يَذْكُرُونَ اللَّهَ قِيَامًا وَقُعُودًا وَعَلَىٰ جُنُوبِهِمْ وَيَتَفَكَّرُونَ فِي خَلْقِ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ رَبَّنَا مَا خَلَقْتَ هَٰذَا بَاطِلًا سُبْحَانَكَ فَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

Artinya : “Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan pergantian  siang dan malam terdapat tanda-tanda kebesaran Allah bagi orang-orang yang berakal. Yaitu orang-orang yang mengingat  Allah sambil berdiri, duduk, atau dalam keadaan berbaring, dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi seraya berkata, ‘Ya Rabb kami, tidaklah Engkau menciptakan ini sia-sia, Maha Suci Engkau, lindungilah kami dari Azab Neraka.’”  (QS Ali Imran 3:190-191)

Sesungguhnya Allah SWT menunjukan banyak sekali tanda kekuasaan-Nya di jagat raya ini, termasuk makhluk kecil bernama virus corona. Atau di darat maupun di lautan, di bumi maupun di langit ataupun di sekitar manusia itu sendiri.  

Tanda-tanda kekuasaan Allah itu sangat dekat dengan kita seperti penyakit covid-19 yang membuat gempar seluruh dunia. Ayat-ayat Allah yang agung itu ada pada diri sendiri. Namun hanya  sedikit manusia yang mau serta mampu membaca, juga merenungi dan mentadaburinya.

Padahal siapa yang mau mempergunakan akal dan pikirannya untuk memperhatikan ayat-ayat Allah, niscaya dia takjub dan terkesima. Semakin dalam seorang mukmin mempelajari seluk beluk kejadian setiap mahkluk,  semakin dia merasakan kemahabesaran-Nya.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

سَنُرِيْهِمْ اٰيٰتِنَا فِى الْاٰ فَا قِ وَفِيْۤ اَنْفُسِهِمْ حَتّٰى يَتَبَيَّنَ لَهُمْ اَنَّهُ الْحَـقُّ ۗ اَوَلَمْ يَكْفِ بِرَبِّكَ اَنَّهٗ عَلٰى كُلِّ شَيْءٍ شَهِيْدٌ

Artinya : “Kami akan memperlihatkan kepada mereka tanda-tanda (kebesaran) Kami di segenap penjuru dan pada diri mereka sendiri, sehingga jelaslah bagi mereka bahwa Al-Qur’an itu adalah benar. Tidak cukupkah (bagi kamu) bahwa Tuhanmu menjadi saksi atas segala sesuatu?” (QS. Fussilat 41: 53)

Alquran menuntun manusia melihat betapa nyata tanda-tanda kekuasaan Allah, bahkan hanya sekelompok mahkluk kecil corona telah memberikan pelajaran berharga kepada manusia, masih pantaskah kita menyombongkan diri.

  • Penulis : TI Abdullah
  • Editor : Adm
Please follow and like us:
Pin Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

YouTube
Instagram