Muhammad-Al-Fatih

Sabtu 20 Nopember 2021 15:00 WIB

IKLAN

Medan-Rentaknews.com. Konstantinopel adalah ibukota Kekaisaran Romawi, Romawi Timur, Kekaisaran Latin dan Kesultanan Utsmaniyah.
Hampir selama abad pertengahan Konstantinopel merupakan kota terbesar dan termakmur di Eropa, Kekaisaran Turki Utsmani atau Ottoman berhasil mencetak sejarah besar dengan menaklukkan Konstantinopel pada 1453, kota ini umum disebut Istanbul.
Tidak berlebihan Napoleon berujar,”Seandainya dunia ini menjadi satu negara, maka Konstantinopel inilah yang paling layak menjadi ibukota negaranya!”

Demikianlah ucapan Napoleon yang menunjukkan kekagumannya pada kota yang paling kokoh di dunia saat itu. Konstantinopel adalah pusat dari kekaisaran Romawi Timur.

Kota ini disegani karena bagian belakangnya dibatasi benteng-benteng terbaik setinggi 60 kaki. Belum ada sejarahnya pasukan musuh yang bisa lolos dari sini.

Adapun dari bagian depan, terbentang Laut Marmara yang dijaga ketat tentara laut dan Selat Golden Horn yang diblokade oleh rantai yang sangat besar sehingga tak mungkin ditembus kapal manapun.

Tidak heran jika berbagai bangsa mencoba menaklukkannya, mulai dari bangsa Gothik, Persia, Rusia, Bulgar, namun apa daya Konstantinopel terlalu perkasa.

Sehingga pada tahun 1453 Masehi, tersebutlah seorang panglima bernama Sultan Muhammad yang membawa 250 ribu pasukan militer dengan 400 kapal perang berusaha menerobos kota legendaris tersebut.

Kekuatan militer sebanyak itu dibagi menjadi beberapa titik oleh sang panglima, di antaranya adalah pasukan yang bertugas merobek rantai Golden Horn. Namun setelah beberapa hari peperangan usaha mereka tak membuahkan hasil.

Sultan Muhammad sudah memperkirakan, jika ia tetap saja melakukan pola tersebut seperti apa yang pernah dilakukan para pendahulunya, tentu akan membuahkan hasil yang sama juga seperti dahulu.

Maka untuk memperoleh hasil yang belum pernah dicapai selama ini, ia juga harus berani melakukan apa yang belum pernah diperbuat selama ini. Sang Sultan menarik 70 kapal perang melintasi perbukitan sepanjang 16 km hanya dalam waktu satu malam saja!

Usaha ini akhirnya berhasil, kapal-kapal perang itu kini berada di bagian dalam selat Golden Horn yang nyaris tanpa penjagaan. Pasukan muslim dengan mudah menyeberanginya dan melakukan serangan tiba-tiba ke jantung kota Konstantinopel.

Tinta emas sejarah pun mencatat Sultan Muhammad sebagai pahlawan yang telah membebaskan Konstantinopel. Sejak itu ia diberi gelar Al-Fatih (sang pembuka). Karena dahulu Rasulullah juga menyebut kata tersebut dalam hadist riwayat Al-Imam Ahmad,

لَتُفتَحنَّ القُسطنطينيةُ ولنِعمَ الأميرُ أميرُها ولنعم الجيشُ ذلك الجيشُ

“Sesungguhnya akan dibuka kota Konstantinopel. Sebaik-baik pemimpin adalah yang memimpin saat itu, dan sebaik-baik pasukan adalah pasukan perang saat itu.“

Nubuwah Rasulullah terekam jelas sewaktu perang khandaq, saat itu Sahabat Rasulullah Salman Al Farisi yang berperawakan kukuh dan bertenaga besar. Sekali ayun dari lengannya yang kuat akan dapat membelah batu dan memecahnya menjadi pecahan-pecahan kecil. Tetapi menghadapi batu besar ini ia tak berdaya.

Salman pergi mendapatkan Rasulullah SAW menceritakan perihal batu besar tersebut.
Rasulullah meminta tembilang lalu membaca basmallah dan mengangkat kedua lengannya yang mulia, dengan sekuat tenaga dihunjamkannya ke batu besar itu. Batu itu terbelah, sementara Rasulullah mengucapkan takbir, Aku telah dikaruniai kunci-kunci istana negeri Persi, dan dari lambaian api tadi nampak olehku dengan nyata istana – istana kerajaan Hirah begitu pun kota-kota maharaja Persi dan bahwa umatku akan menguasai semua itu.

Rasulullah mengangkat tembilang dan memukulkannya ke batu untuk kedua kalinya, Rasulullah bertakbir, aku telah dikaruniai kunci -kunci negeri Romawi dan tampak nyata olehku istana -istana merahnya, dan bahwa umatku akan menguasainya.
Kemudian dipukulkannya untuk ketiga kali dan batu besar itu pun menyerah pecah berderai, Rasulullah berujar bahwa beliau sekarang melihat istana-istana dan mahligai -mahligai di Syria maupun Shan’a dan daerah – daerah lain yang satu ketika nanti umatku akan menguasainya.

Khalid Muhammad Khalid. ( karakteristik perihidup 60 sahabat Rasulullah).
Nubuah Rasulullah tersebut dibuktikan oleh Muhammad Al Fatih.

Banyak sekali pelajaran dalam kisah di atas, namun ijinkan hari ini kita membahas satu saja prinsip emas yang ternyata senada pula dengan nasihat orang-orang barat,

𝙄𝙛 𝙮𝙤𝙪 𝙬𝙖𝙣𝙩 𝙨𝙤𝙢𝙚𝙩𝙝𝙞𝙣𝙜 𝙮𝙤𝙪 𝙝𝙖𝙫𝙚 𝙣𝙚𝙫𝙚𝙧 𝙝𝙖𝙙, 𝙮𝙤𝙪 𝙢𝙪𝙨𝙩 𝙗𝙚 𝙬𝙞𝙡𝙡𝙞𝙣𝙜 𝙩𝙤 𝙙𝙤 𝙨𝙤𝙢𝙚𝙩𝙝𝙞𝙣𝙜 𝙮𝙤𝙪 𝙝𝙖𝙫𝙚 𝙣𝙚𝙫𝙚𝙧 𝙙𝙤𝙣𝙚.

Jika engkau mengharapkan apa yang belum pernah diraih, maka engkau harus melakukan apa yang belum pernah diperbuat.

Benar sekali. Alangkah banyaknya orang-orang yang menginginkan sesuatu yang baru dalam hidupnya, tetapi ia enggan melakukan hal yang baru, mempelajari ilmu yang baru, dan berteman dengan kenalan yang baru.

Sesungguhnya spirit Al-Fatih adalah pada keberaniannya untuk berubah, dari strateginya yang lawas menuju strategi yang berbeda. Inilah yang penting kita teladani. Siapa yang berani mengerjakan hal yang berbeda, ia pasti akan mendapati hasil yang berbeda.

Penulis : Abdul Aziz
Editor: Adm

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here