2 Desember 2021

DP MUI KotaMedan: Wujudkan Kesejahteraan Umat Diperlukan Synergi dan Kolaborasi

Sekretaris Umum MUI Kota Medan, Dr. Syukri Albani Nst

Ahad 21 Nopember 2021 13:00 WIB

Medan-Rentaknews.com. Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Medan, Dr. Hasan Matsum, M.Ag diwakili Sekretaris Umum MUI Kota Medan, Dr. Syukri Albani Nst menyatakan diperlukannya kolaborasi antar lembaga dan Organisasi Masyarakat (Ormas) Islam dalam mewujudkan kesejahteraan umat, dengan memberdayakan ekonomi umat Islam.

Hal ini dikatakannya saat membuka acara Seminar Kolaborasi Antar Lembaga/Ormas Islam Untuk Pemberdayaan Ekonomi Umat Islam Oleh Komisi Siyasah Syar’iyah dan Kerjasama antar lembaga MUI Kota Medan, Sabtu (20/11/2021) di aula kantor MUI Kota Medan, Jalan Amaliun.

Foto bersama pemakala dan para peserta seminar

“Dari acara seminar ini diharapkan munculnya koordinasi yang sama dan terukur dari seluruh ormas Islam yang ada, untuk melihat bahwa pemberdayaan ekonomi umat adalah sebuah keniscayaan. Dan ini menjadi tugas besar masyarakat muslim Kota Medan untuk melihat fungsi dan tujuannya,” ujar Syukri.

Dikatakannya, untuk kegiatan koordinasi antar lembaga dalam rangka pemberdayaan ekonomi umat ini menjadi bagian dari salah satu program kerja di Kota Medan tahun 2021 yang menitikberatkan pada aspek kesejahteraan. Dimana peserta yang dihadirkan hari ini adalah perwakilan dari ormas-ormas Islam ,dan perwakilan dari masjid , lembaga serta, untuk ikut serta menyatukan suara dan kebaikan pada pendekatan ekonomi.

Hadir sebagai narasumber, Bendahara DP MUI Kota Medan, Dr Watni Manurung, MA, Anggota LPH   Khadimul Ummah MUI Kota Medan, Dr. Muhammad Yafiz, M.Ag dan Anggota Komisi Pemberdayaan Ekonomi Umat MUI Kota Medan, Dr Syarifuddin Siba.

Serta dihadiri beberapa pengurus Ormas Islam, BKM dan pengurus MUI Kota Medan, yang sebelumnya laporan kegiatan acara oleh Ketua Komisi Siyasah Syar’iyyah dan Kerjasama antar lembaga MUI Kota Medan Pamonoran Siregar, M.PdI.

Beliau sampaikan negara kita luas, pulaunya ribuan Sumber Daya Alam luar biasa ironisnya, masyarakat kita hidup dibawah garis kemiskinan.
Dalam pasal 33 ayat 2 dan 3 UUD 1945 menegaskan bahwa cabang-cabang produksi yang penting bagi negara dan menguasai hajat hidup orang banyak dikuasai oleh negara,
Namun kenyataanya, 80 % SDA dikuasai oleh asing dan aseng.

“10 persen bentuk kerjasama, baru 10 persen sisanya dikelola oleh rakyat.” ujarnya.
Terima kasih kepada Ormas-ormas, lembaga, yang telah hadir diantaranya,
Pusat Zakat Umat Sumatera Utara, Pemuda Persis, Persistri, Muhamadiyah, JPRMI, IKADI Al Wasliyah MD KAHMI dan ormas lainnya.

Dalam paparannya, Dr.Watni Marpaung, menyatakan, peranan MUI dalam meningkatkan ekonomi umat yakni melakukan sosialisasi dan edukasi, penguatan lembaga ekonomi umat, sinergi antar berbagai simpul masyarakat serta masjid dan jamaah dalam muamalah.

“Kemudian MUI juga melalui lima komisinya yang berkaitan ekonomi umat terus menguatkan peran amil serta mendorong pemerintah memberikan kemudahan permodalan pada UMKM pelaku usaha kecil,” ucapnya.

Sementara Muhammad Yafiz, mengungkapkan, dalam membangun ekonomi umat diperlukan saling menguatkan dan aktif. Apalagi dalam Islam ada wakaf yang merupakan aset  sangat bernilai dalam pembangunan. Peranannya dalam pemerataan kesejahteraan di kalangan umat dan penanggulangan kemiskinan merupakan salah satu sasaran wakaf.

“Wakaf merupakan salah satu pilar ekonomi yang dapat dipergunakan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Dengan jumlah penduduk Indonesia beragama Islam 87 persen, wakaf senilai Rp 1.000 perbulan, maka sudah mendapatkan total wakaf Rp 115 miliar perbulan. Tapi sayangnya banyak harta wakaf terlantar dalam pengelolaannya karena tidak profesional,” katanya.

Sedangkan Syarifuddin Siba memberi motivasi untuk menjadi pengusaha agar membuka lapangan pekerjaan dan meningkatkan perekonomian. “Menjadi seorang pengusaha jangan tergantung kepada modal, tapi tanamkan tekad yang kuat dan selalu bersandar kepada Allah SWT.” tegas beliau.

“Belum tentu ada modal bisa jalankan usaha. Justru banyak modal tetapi tidak tahu mau usaha apa. Talenta dan keberanian mengambil sikap adalah modal yang besar jadi bukan semata-mata uang menjadi modal utama. Uang hanya sebagai penghubung. Talenta itu lah modal utama dapat menghasilkan uang.” ujarnya lagi.

“Yang terpenting berani mengambil keputusan. Tantangan adalah rahmat Allah jadi jangan putus asa dan mudah menyerah. Mentalitas manusia Pebisnis itu bermotivasi superior disana sangat melekat sifat-sifat, ambisius, berani menghadapi masalah, tampil beda, bekerja melebihi standar umum.” Dilanjutkan Siba, “mempunyai visi, impian dan cita-cita besar, selanjutnya kreatif, produktif, inovatif dan imajinatif
Berfikir positif melahirkan keyakinan yang kuat dan sangat diperlukan dalam mewujudkan bisnis” pungkas Siba lagi.

Reporter: Abdul Aziz
Editor :Adm.

Please follow and like us:
Pin Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

YouTube
Instagram