MEDAN-RENTAKNEWS.COM: Forum Pelestarian Budaya Daerah (FPBD) Provinsi Sumatera Utara berhasil merumuskan sejumlah program strategis dan prioritas dilaksanakan pada tahun 2022 mendatang. Dalam Rapat Kerja I FPBD yang diselenggarakan di Kini Kitchen pada Senin (22/12/2021) itu disepakati dua program prioritas yaitu pembentukan FPBD tingkat Kabupaten/Kota dan mendokumentasikan Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) dalam rangka memperbanyak pengusulan WBTB dari Sumatera Utara ke UNESCO.

IKLAN

Rapat Kerja I FPBD Sumut ini dihadiri anggota Dewan Pertimbangan di antaranya Drs. Salmon Sinaga, Pdt. Sadakata Ginting Suka, MTh dan Drs. Jaimar Sibuea. Juga hadir anggota Dewan Pakar di antaranya  Syarifuddin Siba, SH, MA, Dr. Zulkifli Lubis, MA, Drs. Julianus Harefa, MTESOL dan Sari Nainggolan. Sementara Dewan Pelaksana FPBD yang hadir adalah Datuq Adil Freddy Haberham, SE (Ketua), Drs. Harun Al Rasyid (Wakil Ketua), Dra, Denny Simamora, MSi (Sekretaris), Drs. Juanda Aj Haj (Wakil Sekretaris), Yusmiati Suryadi (Bendahara), Dr. Phill Ichwan Azhari (Bidang Pendataan), Bambang Riyanto, SS, MSi (Bidang Pelestarian) dan Syarifuddin Lubis, SP (Bidang Pengembangan).

Raker tersebut diawali dengan kata sambutan dari Wakil Gubernur Sumatera Utara (Wagubsu) Musa Rajekshah yang dibacakan Kabid Ekonomi, Sosbud dan Ormas Badan Kesbangpol Sumut, Zulham Efendi Siregar.

Dalam sambutannya Wagubsu mengatakan berdasarkan SK Gubsu Nomor: 188-44/379/KPTS/2021 tentang Tim Pemantau dan Evaluasi Kegiatan Pelestarian dan Pengembangan Budaya Daerah Provinsi Sumatera Utara Periode 2021-2026, FPBD Provsu bertugas membantu Gubernur Sumatera Utara merumuskan kebijakan pelestarian dan pengembangan budaya daerah.

“Memfasilitasi kegiatan pelestarian dan pengembangan budaya daerah yang dilakukan dalam bidang kebudayaan dan lembaga adat daerah. Mengadakan pemantauan dan evaluasi kegiatan pelestarian dan pengembangan budaya daerah serta melaporkan hasil pelaksanaan tugas kepada Gubernur melalui Sekretaris Daerah Provsu,” ujarnya.

Lebih lanjut, Musa Rajekshah menjelaskan bahwa sesuai UU Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan, saat ini Pemerintah Provsu tengah memprioritaskan berbagai program pengembangan kebudayaan melalui instansi yang bergerak di bidang kebudayaan.

“Salah satunya dengan menggalakkan pengusulan penetapan Warisan Budaya Tak Benda dan cagar budaya ke nasional dan internasional (UNESCO). Diharapkan dengan terbentuknya Tim FPBD Sumut ini dapat membantu fungsi dan tugas seluruh instansi khususnya di bidang kebudayaan,” ujarnya.

Menyahuti amanat Wagubsu itu, Ketua FPBD Sumut Datuq Adil Freddy Haberham, SE menyatakan kesiapannya untuk mendukung program-program Pemprovsu khususnya dalam mendorong warisan budaya tak benda dan cagar budaya dari Sumatera Utara agat masuk ke dalam list nasional dan internasional.

“Dalam rapat kerja ini telah dirumuskan dan disepakati bahwa salah satu program prioritas kita adalah bekerjasama dengan pemerintah kabupaten/kota membentuk FPBD tingkat kabupaten/kota dan mendata/menginventarisir warisan budaya tak benda (WBTB) yang akan diterbitkan dalam buku Khasanah Budaya Sumatera Utara serta menyelenggarakan berbagai kegiatan budaya sebagai upaya pelestarian budaya daerah Sumatera Utara,” kata Datuq Adil lagi.

Menurut Datuq Adil, Sumut sangat kaya dengan Warisan Budaya Tak Benda seperti kuliner, sastra, musik, permainan tradisional dan lainnya yang bisa diakui secara internasional melalui UNESCO.

“FPBD Provsu juga akan berperan aktif dalam mendokumentasikan aneka ragam kebudayaan di Sumatera Utara sehingga mampu menciptakan Sumut Bermartabat dari segi Kebudayaan-nya,” ujar Datuq Adil Freddy Haberham.

Rapat Kerja I yang dipimpin Dr. Phill Ichwan Azhari itu sendiri telah memplenokan agenda kegiatan kerja FPBD tahap pertama yang akan segera direalisasikan yakni membentuk FPBD di kabupaten/kota, kemudian meriset dan menulis buku kebudayaan Sumatera Utara, menggelar Kongres Kebudayaan Nasional di Sumatera Utara dan berperan aktif dalam Festival Kebudayaan Nasional.

Tim Pemantau dan Evaluasi Kegiatan Pelestarian dan Pengembangan Budaya Daerah Provinsi Sumatera Utara Periode 2021-2026 itu diketuai Wakil Gubernur Sumatera Utara dengan Sekretaris Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi Sumatera Utara, serta anggota Kadis Infokom, Kadisdik, Sekretaris Kesbangpol dan lain sebagainya.

Sementara Keanggotaan Tim Ahli Pelestarian dan Pengembangan Budaya Daerah Provinsi Sumatera Utara Periode 2021-2026 diisi Dewan Pertimbangan yang diketuai Tengku Sultan Mahmud Aria Lamanjtiji Perkasa Alam Shah (Sultan Deli), Wakil Ketua H Pandapotan Nasution, SH Gelar Patuan Kumala Pandaotan. Dewan Pakar yang diketuai Prof. Dr. Robert Sibarani, MA, Wakil Ketua Prof. Ibnu Hajar Damanik serta Dewan Pelaksana yang diketuai Datuq Adil Freddy Haberhams, SE, Wakil Ketua Harun Al Rasyid, Sekretaris Denny Simamora. (*)

Reporter:

Cahaya Arif Muttaqin

Editor:

Machya Aidilfith

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here