1 Desember 2021

Edy Rahmayadi Sang Jenderal: Ayah untuk Negeri.

Edy Rahmayadi bersama Abdul Aziz dari media Rentaknews saat peluncuran buku Sang Jenderal ; "Ayah Untuk Negeri" di Aula Tengku Rizal Nurdin

Kamis 25 Nopember 2021 13:00 WIB

Medan-Rentaknews.com. Buku Novel Biografi Sang Jenderal : Ayah Untuk Negeri, diharapkan Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Edy Rahmayadi bermanfaat untuk masyarakat Sumut.

Hal ini disampaikan beliau saat peluncuran buku Sang Jenderal : Ayah Untuk Negeri di Aula Tengku Rizal Nurdin, Rumah Dinas Gubernur jalan Sudirman Medan, Rabu 24 November 2021, saat ditanya mengenai latar belakang peluncuran buku, Edy (Adi) menegaskan tidak ada kaitan dengan pemilihan Presiden (Pilpres).

Ia mengatakan,” pemilihan kata negeri untuk buku merujuk pada kampung halaman, yakni Provinsi Sumatera Utara, bukan negara.Dikira pulak nanti saya ikut di arena 2024 (Pilpres) saya pastikan itu tidak, tak usah didoakan karena saya bilang tidak,” jelas Edy.
Beliau menceritakan kondisi masa kecilnya yang tergolong kurang mampu. Ayahnya adalah Sersan di Angkatan Udara Republik Indonesia (AURI) dan ibunya Ngadisah seorang penjual kue, kenang Edy.

Janji Sang Gubernur

“Demi Tuhan setiap pagi saya selalu sujud usai sholat subuh, yang saya doakan, jagalah aku ya Allah, dan seluruh keluargaku dan seluruh rakyat Sumut, saya bertanggung jawab dunia dan akhirat,” ucap Edy.

“Aku harus lindungi rakyat Sumatera Utara sebagaimana aku melindungi keluargaku sendiri,” janji Edy dalam hati (janji Sang Gubernur hal. 27).
PJ. Sekdaprov Sumut Afifi Lubis mengharapkan buku tersebut dapat memberikan motivasi kepada generasi muda.

Menurutnya, biografi tersebut menggambarkan nilai patriotik, tanggungjawab, kepekaan, dan kerja keras dari sang Edy Rahmayadi hingga menjadi seperti sekarang.

Sebuah Pulau Terselamatkan.

Dalam bukunya saat sebagai Komandan Kodim 0316 bagaiman Edy menceritakan dan mengenang bagaimana sebuah pulau terselamatkan, yakni pulau Nipa yang ditemukannya bersama rekan rekannya pada Oktober 2002, saat memancing ikan, persoalan penemuan pulau Nipa hampir memancing keributan dengan Singapore Police Marine Guard, Patroli Polisi Air Singapore yang mengklaim sepihak bahwa Edy telah melampaui batas yang diperkenankan. “Berdasarkan dari koordinat di GPS ini masih wilayah perairan Indonesia,” terang Edy.

Gundukan tanah itu tadinya hanya satu hal yang biasa bagi siapa yang melihatnya, atau bagai anak yang terbuang ternyata kelak akan berubah menjadi pembicaraan dan buah bibir kebanggaan di sejagad Nusantara!

Terjadi perundingan antara Pemerintah Indonesia dan Singapura yang berakhir dengan kesepakatan bahwa pulau Nipa itu adalah bagian dari teritori NKRI. Edy dan kawan-kawan tidak hadir saat peresmian disebabkan kapasitas pulau yang kecil. Bagi Edy dan kawan – kawan itu tidak. Masalah.

Kepuasan bathin dalam pencapaian sesuatu sesungguhnya bukan pada saat menikmati hasil akhir, tapi juga pada saat memperjuangkannya ( hal. 131 -136).Buku yang diluncurkan tersebut berbentuk Novel Biografi Sang Jenderal : Ayah Untuk Negeri yang ditulis Ihsan Satrya Azhar dkk mengatakan dipilihnya penulisan bentuk novel agar dapat menjadi bacaan yang menarik banyak orang.

Kepuasan bathin dalam pencapaian sesuatu sesungguhnya bukan hasil akhir,
tapi pada saat memperjuangkannya

Ihsan pernah menjadi Editor buku biografi Prof. Haidar Putra Daulay berjudul Mendidik, Mencerdaskan Bangsa. Motto hidupnya “Hidup sekali, hiduplah yang berarti”.
Dodi Hargo teman Edy Rahmayadi di TNI Angkatan Darat mengatakan Edy memang memiliki sifat yang berani dan setia.

Sifat itu sudah tercermin sejak taruna hingga kini. Bagi Edy, jabatan bukanlah segalanya namun amanah yang dipertanggungjawabkan diakhirat kelak.

Reporter : Abdul Aziz
Editor : Adm

Please follow and like us:
Pin Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

YouTube
Instagram