24 Mei 2022

Hingga Oktober 2021 Poldasu Tangani 5.378 Kasus Narkoba

81 Pengunjung

Korbid Pencegahan BNN Sumut Soritua Sihombing menyampaikan kondisi peredaran gelap narkoba pada kegiatan Sosialisasi Bahaya Narkoba di Sumatera di Four Point Hotel, Kamis (2/12/2021)

Medan-Rentaknews.com: Hingga bulan Oktober 2021, Kepolisian Daerah Sumatera Utara telah menangani nsebanyak 5.378 kasus penyalahgunaan narkoba dengan 6.948 tersangka. Barang bukti yang Disita antara lain 1.038,78 kg sabu, 66.291 butir pil ekstasi, 1.369,15 kg ganja,209,5 gram biji ganja, 366 batang ganja.

“Diantara tersangka terdapat 22 orang anggota Polri, 19 orang ASN dan 2 orang anggota TNI, selebihnya wiraswasta dan mahasiswa,” kata Kaops Direktorat Narkoba Poldasu AKBP Hendri Rickson Sibarani, SE pada kegiatan Sosialisasi Bahaya Narkoba di Sumatera Utara yang diadakan Badan Kesbangpol Provinsi Sumatera Utara di Four Points Hotel, Kami (2/11/2021).

Tahun lalu kata Hendri, Poldasu menangani 7.288 kasus penyalahgunaan narkoba dengan 9.471 orang tersangka. Sementara bang bukti yang disita di antaranya 621,48 kg sabu, 222.570 butir ekstasi, 1.712 kg ganja, 2.480,48 kg biji ganja, 4,5 hektar lading ganja dan 15.692 batang ganja.

Sementara itu Korbid Pencegahan BNN Sumut Soritua Sihombing dalam presentasenya mengakatan, Presiden Joko Widodo telah mengatakan penyalahgunaan dan peredaran gelp narkotika adalah kegiatan extraordinary crime (kejahatan luar biasa). Untuk itu Indonesia menyatakan perang besar terhadap penyalahgunaan narkoba.

“Jutaan orang terpapar kecanduan narkoba sehingga menjadi beban Negara. Kita khawatir, bonus demografi yang terjadi saat ini akan menjadi malapetaka sepuluh tahun mendatang. Indobesia bisa mengalami loss generation kalau masalah penyalahgunaan narkoba ini tidak diatasi segera,” kata Soritua.

Sebenarnya stigma yang terjadi di masyarakat bahwa pecandu narkoba itu adalah kriminal adalah salah karena mereka justru perlu ditolong. Yang harus diberantas itu adalah para pengedar dan jaringannya.

“Untuk menyelamatkan generasi muda dari bahaya narkoba, Sumatera Utara perlu membangun pusat rehabilitai terpadu mengingat Sumut saat ini adalah rangking I peredaran gelap narkoba di Indonesia,” ungkap Kaops Direktorat Narkoba Poldasu.

Sedangkan Kepala Badan Kesbangpol Provinsi Sumatera Utara Syafruddin, SH., MHum, dalam kata sambutannya, mengatakan Provinsi Sumatera Utara sudah masuk daerah darurat narkoba.

Dia menyebutHasil survey LIPI tahun 2020 menyatakan Sumut adalah ranking pertama peredaran narkoba di Indonesia. Bahkan di Kota Medan diperkirakan 200 ribu hingga 300 ribu anak-anak sudah tercemar narkoba.

“Yang lebih memprihatinkan ternyata mayoritas anak-anak tersebut berasal dari keluarga yang ekonominya kurang mampu. Mereka biasanya mangkal di warnet-warnet,” kata Syafruddin.

Guna pencegahan bahaya narkoba itulah diadakan kegiatan Sosialisasi Bahaya Narkoba yang diikuti pengurus Ormas dan forum-forum strategis serta media massa.

Tampil sebagai narasumber Korbid Pencegahan BNN Sumut Soritua Sihombing, Kaops Direktorat Narkoba Polda Sumut AKBP Hendri Rickson Sibarani, Wakil Ketua DPRD Irham Buana Nasution, SH dan Ketua PWI Sumut Farinda Putra Sinik.


Syafruddin melanjutkan, kegiatan ini diharapkan untuk membangun komitmen sikap menolak narkoba.

“Jaringan peredaran narkoba ini sudah berskala internasional, oleh karena itu kita harus bersinergi melawan peredaran narkoba. Untuk itu pemerintah mengajak seluruh elemen masyarakat terutama tokoh masyarakat dan media massa berperan aktif dalam mencegah peredaran narkoba ini,” katanya. (hrn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *