24 Mei 2022

Program Masjid Mandiri Pemko Medan, Solusi Konkret Ekonomi Umat

68 Pengunjung

Medan, Rentaknews.Com – Pemko Medan telah melucurkan Program Masjid Mandiri. Tujuannya, untuk memakmurkan masjid beserta jamaahnya. Melalui program ini, Wali Kota Medan Bobby Nasution berharap, masjid tidak hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga dapat digunakan sebagai sentra aktivitas masyarakat, baik itu pemberdayaan ekonomi, pendidikan, sosial maupun politik.

Untuk itu, Bobby Nasution berharap, program Masjid Mandiri dapat membangun kemajuan ekonomi umat dan peradaban Islam dari masjid.

Rasa optimis orang nomor satu di Kota Medan itu semakin dikuatkan dengan ekonomi syariah. Sebab, system syariah pertama kali diperkenalkan dan dipraktikkan di masjid, bukan melalui dunia perbankan.

“Saya minta Program Masjid Mandiri ini harus jalan. Jadi, mari kita bersinergi guna mensukseskannya,” kata Bobby barubaru ini.

Ia mengungkapkan, jumlah masjid yang ada di Kota Medan saat ini tercatat sebanyak 1.115 masjid dengan kondisi fisik yang sangat baik. Apabila seluruh masjid mensyiarkan ekonomi syariah, ia optimis tidak ada lagi jamaah yang mau menggunakan uang riba, karena telah mengetahui betapa besarnya dosa melakukan praktik riba tersebut.

Terkait itu, suami Ketua TP PKK Kota Medan Ny Kahiyang Ayu berharap, agar program Masjid Mandiri dapat berjalan dengan baik, sehingga tujuannya untuk meningkatkan prekonomian dan peradaban Islam terwujud.

“Kita tidak ingin hanya sekedar membangun fisik bangunannya semata, tetapi juga harus membangun kehidupan Islamic Centre melalui program Masjid Mandiri yang telah kita jalankan saat ini,” ungkapnya.

Bobby menambshkan, Pemko Medan di tahun 2022 telah menganggarkan untuk pembangunan fisik Islamic Centre.

Masjid Mandiri Diapresiasi

Program Masjid Mandiri yang dibesut Bobby Nasution ini pun mendapat apresiasi dari Akademisi Fakultas Ekonomi Bisnis Islam Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU) Safwan Bukhari SE Msc IBF.

Ia menyatakan dukungan terhadap Program Masjid Mandiri tersebut. Sebab, tujuannya untuk mensejahterakan kemaslahatan umat, khususnya di sektor perekonomian.

Safwan menerangkan, dalam membuat konsep Masjid Mandiri harus memperhatikan pengelolaan dana di masjid tersebut. Sebab, dana yang dikelola Badan kenaziran Masjid (BKM) berasal dari sedekah masyarakat, sehingga pihak BKM tidak bisa sembarang memberi bantuan dengan mengambil keuntungan.

Dalam ekonomi syariah, ada istilah akad qardh, yaitu pinjaman yang tidak mengharapkan imbalan. Di mana akad qardh tadi bisa menjadi qardh al hasan. Artinya, ketika peminjam tidak bisa mengembalikan dalam periode tertentu yang sudah disetujui di awal kontrak, maka pihak masjid bisa melepaskan utang tersebut kepada si peminjam.

“Yang kedua, Masjid Mandiri harus membangun baitul mal, yakni rumah harta. Di mana konsep dari baitul mal ini adalah mengelola dana sedekah, infaq dan wakaf dari masyarakat. Dengan begitu ada lembaga yang mengatur dana yang ada di dalam masjid, agar bisa dikelola untuk kemaslahatan umat di sekitar masjid tersebut,” jelasnya saat ditemui, Senin (1/12).

Selanjutnya, terkait pengelolaan dana masjid, Safwan menyarankan untuk mencontoh yang telah dilakukan jiran tetangga, Malaysia.

Disebutkannya, Malaysia telah menggunakan dan memanfaatkan teknologi guna memberikan akses mudah kepada masyarakat untuk bersedekah. Salah satunya masyarakat di Malaysia bisa bersedekah dengan cara mentransfer dari mesin ATM yang disediakan pihak masjid.

“Dengan demikian masyarakat tidak perlu membawa uang tunai ketika hendak bersedekah, berinfak maupun berwakaf ke masjid,” lanjutnya.

Dia mebyebut, rogram Masjid Mandiri yang diusung Wali Kota merupakan solusi konkret ekonomi umat ini sangat bagus dan pertama di Sumut. Tetapi pemerintah harus turut campur tangan dalam mengelola dana masjid agar tidak terjadi persengketaan dalam pengelolaan dana tersebut. “

“Jadi secara tidak langsung, Pemko Medan harus mengontrol bagaimana dana tersebut bisa dikelola dengan baik untuk mensejahterakan ekonomi di sekitar masyarakat tersebut,” harapnya.

Terpisah, Ketua BKM Masjid Al Yasmin Jalan Balai Desa Gg Wakaf, Asmi Kamal mengatakan, Program Masjid Mandiri yang digagas Wali Kota Medan merupakan suatu gebrakan yang sangat bagus bagi umat di Kota Medan.

“Sebab tujuannya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Melalui program ini, masjid tidak hanya sebagai tempat melaksanakan shalat semata, tetapi juga dapat melihat kondisi masyarakat yang ada di sekitarnya,” ujarnya.

“Jangan sampai ada masyarakat di sekitar masjid yang hidup kekurangan,” ungkap Asmi.

Oleh karenanya, lanjut Asmi, pihaknya mereka sangat mendukung program Masjid Mandiri dan program seperti ini belum pernah ada.

“Dengan Program Masjid Mandiri ini, membuat kami lebih maju lagi. Alhamdulillah, saat ini 20 rumah dari masjid tidak ada masyarakat yang hidup dalam kekurangan. Sebab, masjid benar-benar hadir di tengah masyarakat, salah satunya dengan cara memberi bantuan sembako dengan harga jauh lebih murah. Mudah-mudahan melalui program Masjid Mandiri ini, kami dapat menjadi contoh bagi masjid lainnya,” jelas Asmi.(r/japs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *