15 Agustus 2022

BMKG: “Tingkatkan Kewaspadaan Kemungkinan Banjir, Gempa dan Tsunami di Akhir Tahun

157 Pengunjung

Illustrasi: Suasana banjir di Blok 8, Perumnas Griya Martubung, kawasan Medan Utara yang selalu terendam banjir setiap periode September-November-Desermber setiap tahun. (h)

Medan-Rentaknews.com. Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengingatkan kemungkinan adanya potensi bencana alam berupa banjir dan longsor akibat curah hujan yang tinggi, gempa dan tsunami di akhir tahun periode Natal 2021 serta Tahun Baru 2022.

Peringatan tersebut disampaikan Biro Hukum dan Organisasi Bagian Hubungan Masyarakat melalui relis maupun chanel medsos seperti yang diperoleh Rentaknews.com, Jumat (3/11/2021).

Disebutkan, memasuki periode Natal 2021 dan Tahun Baru 2022, menghimbau kepada seluruh mitra K/L, pemerintah daerah dan stakeholder, serta masyarakat untuk terus memonitor perkembangan cuaca, iklim, dan gempabumi, serta peringatan dini kondisi ekstrem (cuaca, gelombang laut, iklim, dan tsunami) dari BMKG melalui berbagai kanal resmi, serta meningkatkan kewaspadaan di daerah-daerah yang rawan terhadap bencana geo-hidrometeorologi.

“Perlu dipastikan bahwa informasi terkait kondisi Meteorologi, Klimatologi, Gempabumi, dan Tsunami dapat diakses ataupun diterima dengan cepat dan dipahami oleh operator transportasi, para stakeholder, sektor terkait, dan masyarakat,” ungkap BMKG.

Prospek/prediksi curah hujan di wilayah Indonesia pada bulan Desember 2021 dan Januari 2022, sebut HBumas BMKG, terdapat periode Natal dan Tahun Baru menunjukkan bahwa curah hujan pada umumnya berada pada kategori menengah hingga tinggi (100 – 500 mm per bulan).

Dia menegaskan, namun berbeda dengan kondisi cuaca yang dapat diprediksi, kejadian gempabumi dan tsunami belum dapat diprediksi. Tetapi dapat dimodelkan potensi bahayanya dengan mengunakan skenario terburuk untuk acuan upaya mitigasi.

Dalam hal ini BMKG sudah memetakan tingkat bahaya sebagian besar pantai rawan tsunami di Indonesia.

Terkait berkembangnya pemberitaan terkini di media mengenai potensi tsunami di Cilegon, BMKG tidak bermaksud memberikan prediksi bahwa akan terjadi tsunami selama periode Natal 2021 dan Tahun Baru 2022. Cilegon hanya sebagai contoh, salah satu wilayah yang rawan dan memiliki potensi tsunami seperti halnya wilayah lain di Indonesia yang memiliki potensi dan catatan sejarah tsunami.

“Gempabumi dan tsunami dapat terjadi kapan saja dan di mana saja, namun tidak dapat dipastikan/diprediksi dengan tepat kapan waktu akan terjadi. Catatan katalog tsunami BMKG menunjukkan bahwa di wilayah Indonesia sejak tahun 1608 sudah terjadi tsunami lebih dari 246 kali, sehingga kita semua patut waspada,” pungkas Humas BMKG. (r/rel)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *