24 Mei 2022

D’beras, Harga Pas Mutu Pantas

118 Pengunjung

Medan-Rentaknesw.com. Persaingan harga kebutuhan bahan pokok khususnya beras makin tajam. Hal ini ditandai dengan hadirnya pusat penjualan beras secara kulakan. Penjual menggelar meja panjang di depan ruko atau area ruko. Meja panjang itu dibentuk letter U terbalik dan posisi penjual ada di depan memasuki area lekungan.

Meja itu kemudian disekat berbentuk beberapa petak. Petak-petak ini dengan ukuran tertentu sudah dilabeli harga beras dari yang termurah 6.000 – 11.000 untuk area letter U. Sedangkan di dalam telah tersedia berbagai jenis dan merek beras dari kemasan 5 kg sampai kemasan 30 kg. Harga yang ditawarkan juga tergantung mutu dan kemasan.

Adalah D’Beras, sebagai pioner penjualan model seperti ini di kawasan Marelan. Tapi di pulau Jawa, penjualan model gelaran ini sudah jadi pemandangan umum sampai pelosok pasar dan warung. Toko yang berlokasi di Jalan Kapten Rahmad Buddin Pasar V Marelan ini menyediakan pelbagai jenis beras, mulai dari kualitas tinggi seperti Ramos, IR 12 sampai beras yang kualitas rendah yang layak konsumsi.

Lokasinya yang strategis berada di samping parit masih dalam kompleks perumahan yang di seputarnya berkembang pula pasar (pajak) sayur Marelan.

Setiap menjelang sore sampai menjelang maghrib, lokasi ini banyak dikunjungi para pedagang dan pembeli sayuran yang berasal dari Marelan sekitarnya termasuk dari luar daerah seperti Tanah Karo dan Deli Serdang.

Pada saat disambangi reporter Rentaknews.com, Jum’at (3/12), aktivitas jual-beli sedang berlangsung ramai. Truk yang lagi bersiap-siap membongkar orderan dari pulau Jawa berada persis di samping toko.

Tampak Pemilik toko D’ Beras A Heng dan istri serta 2 orang pekerja sedang melayani pembeli yang berjubel membeli beras. Ada yang membeli sekedarnya, tapi banyak pula yang membela sampai puluhan kilo. Kemasan yang tersedia dengan harga yang sudah tercantum, memudahkan pembeli bertransaksi. Masing-masing label harga terpampang mulai dari Rp. 6.000,- sampai dengan Rp. 11.000,-.

Seorang pembeli yang ditanyai menuturkan bahwa dengan adanya toko ini memudahkannya menghemat pengeluaran belanja rumah. Rani (45), ibu rumah tangga berujar, “Kalau di kede (warung) harga beras nggak ada yang harga 10 ribu kebawah dek, ini bahkan ada harga 8 ribu, lumayan untuk menghemat uang belanja” ujarnya. Hal ini juga diamini Rosmah (35) yang berada disampingnya.

A Heng (37) menuturkan, usaha ini dilatarbelakangi bahwa kebutuhan beras sangat mutlak dipenuhi. Tetapi persoalannya begitu banyak toko dan distributor beras bahkan gudang beras di seputaran Marelan sebagai pemain besar.

Dari semua pemasok dan petani beras yang ada di kilang Medan sekitarnya tidak memungkinkan untuk menjadi lead pasar, mengingat harga yang kompetitif, dispirasi harga dan biaya angkut menyebabkan margin sangat kecil bahkan harga tidak bisa bersaing. Dari koneksi petani dan pengusaha, A Heng memperoleh info penting tentang lumbung beras yang berkualitas tetapi harganya di bawah pasaran kota Medan.

Dia terus menelusuri biaya, ongkos dan harga beras dari luar kota Medan, bahkan sampai luar pulau Sumatera. Maka ada beberapa tempat di Sumatera, Jawa dan Sulawesi yang memungkinkan A Heng bisa menguasai pasar di Medan.

Dengan naluri bisnis yang tajam dan pengalaman, mulailah dia membuka toko ini hampir ½ tahun lalu. Insting bisnis dan kepiawaian dalam bernegoisasi membawa kemajuan dengan berkembangnya usaha ini hingga membuka 2 cabang lagi masih di seputaran Marelan.

Cabang pertama ada di Jalan Marelan VIII pasar 1 Rel ujung dekat simpang tiga. Dan yang kedua di Marelan V pasar 2 Barat pertengahan. Di tempat usahanya ini sehari-hari mampu mengeluarkan berbagai jenis dan merk sampai sekitar 500-700 kg.

Sedangkan di kedua cabang mampu meraih penjualan sekitar 200-300 kg. Sistem penjualan untuk cabang, kepemilikan tetap dari A Heng, baik dari penyediaan tempat usaha, stok beras, peralatan dan perlengkapan disediakan. Sedangkan yang menjaga dan menempati ruko merupakan pekerja yang digaji bulanan.

Cabang ke-2 yangdikunjungi Rentaknews.com, transaksi jual beli tidak sebanyak dan seramai di pusatnya. Pekerja di waktu luang merapikan dagangan dan mengisi petak beras yang kosong sesuai dengan label harga yang ditetapkan.

Mereka menyatakan sangat senang menjadi karyawan A Heng, karena selain dapat tempat tinggal gratis, mereka dapat gaji bulanan serta bonus penjualan jika melebihi target. Dari pengamatan penulis, terlihat jelas harga yang ditawarkan memang murah. Kualitas berasnya pun tidak mengecewakan. Kutu dan sampah padi tidak terlihat atau tercium bau apek. Bahkan dari kecerahannya tidak kelihatan kusam atau menghitam. (r/Rudi Hartono)

Reporter
RHO

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *