24 Mei 2022

Jalan Marelan VII Mulai di Aspal

55 Pengunjung

Medan-Rentsknews.com. Setelah sekian lama dalam kondisi berlubang dan rusak, akhirnya Jalan Marelan VII Pasar 1 tengah lingkungan V kelurahan Tanah enam ratus dan lingkungan I kelurahan Terjun Medan Marelan, sedang proses pengaspalan yang dikerjakan sejak Kamis siang (2/12).

Sepanjang jalan mendekati simpang Pasar I tengah telah berjejer truk pengangkat bahan aspal yang diparkir di area pinggir jalan dekat SMPN 38 jalan Sani Muthalib, kelurahan Terjun.

Nampak para pekerja dari dinas Pekerjaan Umum (PU), pegawai Bina Marga dan para pekerja dari rekanan PU, perusahaan pengaspalan yang berlokasi di Jalan Binjai arah ke kota Binjai.

Start jam 14.30 WIB, mulai pengerjaan di lapangan. Para pekerja menyapu jalan yang kelihatan bopeng sepanjang 300 meter.

Menurut Rika (38), Kepling V Tanah Enam Ratus, menyatakan bahwa keadaan jalan d ilingkungannya yang rusak sudah lama. Semenjak pembetonan di sepanjang jalan dari gang Ridho sampai ke arah ujung jalan sekitar 2 tahun lalu.

Sebelum di aspal, jalan banyak yang kupak-kapik dan di sana-sini masih terlihat besi cor-an timbul. Setiap pelintas jalan harus hati-hati melewati jalan tersebut.

“Pengajuan kerusakan jalan sudah rutin dilaksanakan dalam program Musrembang yang diadakan di kantor kecamatan untuk menyerap aspirasi perbaikan jalan. Pihak kepala lingkungan mendata berapa ruas kerusakan jalan baik di gang-gang maupun di jalan besarnya. Kemudian perbaikan ini biasanya di bagi dalam 2 kategori bantuan, yaitu Bantuan Desa (Bandes) dan bantuan dari Pemko Medan”, ujar Rika.

Traktor besar yang berfungsi meratakan jalan dengan cara pengikisan sisi jalan agar merata menyisir jalan lebih kurang 600 meter.

Pengerjaannya di mulai dari ujung menuju ke depan jalan. Pekerja lainnya menyapu jalan membersihkan lubang-lubar yang menghampar di badan jalan. Ada pula yang mengatur lalu lintas jalan.

Pekerja yang diturunkan sebanyak 25 orang yang berasal dari rekanan pabrik pengaspalan. Setelah bersih dan rata seluruh badan jalan, kemudian traktor yang mengangkat aspal curah pelan pelan bekerja menyiram badan jalan secara merata.

Keesokan harinya, Jum’at sore selepas sholat Jum’at (3/12), pekerjaan pengaspalan dilanjutkan. Misno (53), mandor pengawas yang mengepalai proyek mulai meneliti dan memastikan badan jalan sudah layak untuk di aspal.

Mulailah truk bermuatan aspal melangsir aspal mentah ke muatan traktor yang berfungsi sekaligus tempat memasak aspal mentah mencurahkan aspal di area jalan yang telah ditentukan.

Pekerjaan dijalankan dengan cermat, para pekerja yang bertugas merapikan curah aspal mulai menyekop sisa-sisa aspal yang tercecer di luar area pengaspalan dan memasukkan kembali ke area pengaspalan. Lalu traktor “Amman” yang beroda batu besar menggiling aspal secara merata sepanjang jalan yang telah dicurahkan aspal masak.

Tidak berapa lama kemudian mulailah traktor “Sumitomo” dan “Sakai” mengeksekusi berfungsi mengeraskan dan memadatkan jalan dari curahan aspal masak dari traktor sebelumnya. Hal ini dilakukan berulang-ulang sampai sesuai dengan spesifikasi kepadatan dan kelayakan jalan.

Sampai menjelang Maghrib, truk pengangkut aspal mentah berdatangan sebanyak 3 unit, sebelumnya aspal mentah yang disebarkan sebanyak 8 unit.

Saat berita ini diturunkan, proyek perbaikan, pemerataan dan pengaspalan jalan masih berlanjut. Terlihat 5 unit traktor gleider dan lainnya parkir di depan Mesjid. Para pekerja pun sudah standby menanti perintah pengerjaan. (r/Rudi)

Reporter
RHO

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *