18 Januari 2022

Isu Januari Vaksinasi Berbayar, Warga Berduyun-duyun ke Puskesmas Rengas Pulau

91 Pengunjung

Medan-Rentaknews.com. Isu Januari vaksinasi berbayar, Warga berduyun-duyun ke Puskesmas untuk mendapatkan vaksinisasi tahap I dan II di Puskesmas Rengas Pulau, Kecamatan Marelan, Kota Medan, Senin (6/12/2021).

Tampak masyarakat kelurahan Rengas Pulau dan Kelurahan Tanah 600 antrian untuk disuntik vaksin .

“Vaksin yang tersedia jenis Sinovac 150 pcs, Moderna 100 pcs dan Prizer 125 pcs, ” ungkap kepala Puskesmas Rengas Pulau, dr. Andi Syahputra Nasution.

Tampak masyarakat bedesakan menunggu namanya dipanggil sesuai nama yang telah terdaftar.

Beredar isu bahwa awal Januari tahun depan vaksin akan berbayar, sehingga masyarakat berjubel mendaftarkan diri ke kepling masing-masing agar terdaftar di puskesmas setempat.

Sanimi (45), warga lingkungan 35 Rengas Pulau, khawatir dengan isu tersebut. Padahal jelas tertera di dinding pengumuman berupa pamflet UPT Puskesmas bahwa vaksinisasi tahap 1 dan 2 dimulai dari Januari – April 2021, tahap 3 dan 4, April 2021 – April 2022.

Sayangnya pelayanan kurang maksimal karena tenaga pemeriksa tensi darah cuma seorang sedang tenaga medis penyuntik 3 orang.

Antrian dengan sabar terpaksa menunggu giliran. Rata-rata 5 menit 3 orang masuk ke ruang penyuntikan. Sampai jam 12.00 WIB, warga masih silih berganti berdatangan untuk vaksin.

Terlihat juga beberapa anak-anak berseragam SMP ikut divaksin. Sedangkan lansia ada 5 orang.

Sebelumnya, Sabtu (4/12) telah diadakan vaksinasi tahap 1 oleh Rotari Club, Growthstell grup, Camat Marelan, Kodam I/BB dan pihak Suzuya Mall telah mengadakan kegiatan tersebut di lantai dua. Diikuti 3.000 peserta yang masing-masing Kepling Medan Marelan di jatah 30 orang.

Dalam bulan Nopember sampai Desember 2021 ini tercatat berbagai lokasi vaksin tahap 1 banyak diadakan di seputaran Medan Marelan, baik itu oleh lembaga sosial seperti Lion Club, dari lembaga amal, sekolah bekerjasama dengan rumah sakit dan lain sebagainya.

Semoga dengan giatnya kegiatan vaksinasi ini dapat mengurangi dampak virus covid-19 yang masih menjadi momok di kota Medan. Walaupun kasus Covid sudah mulai menurun bahkan 0 % untuk kota Medan.

Ketua DPRD Kota Medan, Hasyim, SE, menyebut bahwasanya target vaksin untuk lansia (60) ke atas masih belum mencapai 60 %,, masih sekitar 40 %.

“Kesadaran masyarakat mengamalkan 3 M pun sudah mulai mengendur seiring menurunnya grafik kasus Covid-19 melandai di Indonesia,” ringkasnya. (r/Rudi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LATEST NEWS