11 Agustus 2022

H. Hidayatullah: “Sexual Consent Situasinya Sudah Sangat Krusial”

112 Pengunjung

Medan-rentaknews.com. Ustadz H. Hidayatullah, anggota DPR RI dari Partai PKS,menyampaikan Permendikbudristek yang digaungkan Nadiem Makarim tentang Sexual Consent situasinya sudah sangat krusial.

“Siapa bilang, selama hubungan seksual dilakukan tanpa kekerasan dan ancaman maka itu tidak menjamin hilangnya kekerasan seksual?.
Kasus terbaru yang dilakukan oleh oknum polisi sehingga menyebabkan pacarnya hamil hingga kedua kalinya, dan berujung pada bunuh dirinya sang pacar karena tidak mau aborsi kembali,’ ungkap Hidayatullah.

Hal Ini disampaikannya dalam ceramah ba’da sholat Subuh di masjid Mukhlisin, jalan Karya Sehati Medan Johor, Ahad (5/12/2021).

Sebelumnya, acara diawali dengan lantunan doa agar, bangsa kita ini dijauhkan dari bala dan bencana dan terhindar dari murkanya Allah Swt.

Ustadz Hidayatullah meneruskan, yang kita cari dalam hidup ini adalah ketenangan dan ketentraman. Nabi Muhammad diutus membawa risalah ini adalah mengisi hati (qulub) umatnya, hatilah pusat kendali dari tabiat dan tingkah laku kita, apabila hatinya baik maka baik pula perbuatannya.

Dia menjelaskan, dari ucapan mulutnya menggambarkan isi hatinya.

“Kalo ada orang atau pejabat mengatakan Tuhan kita bukan orang Arab, bisa jadi Tuhannya adalah yang mengangkat dia menjadi pejabat.
Apa yang kita rasakan saat ini di negeri kita ini yang kacau balau adalah akibat ulah para elite pemimpin yang kena imbasnya adalah rakyat,” tukasnya.

Bahaya Hubungan Seksual Suka sama Suka (Sexual Consent)

Ustadz Hidayatullah melanjutkan, sejatinya, baik laki – laki maupun perempuan adalah pihak yang bersalah saat menyetujui hubungan seksual di luar ikatan pernikahan yang sah.

“Bukan saja karena hukum agama yang jelas telah dilanggar, tapi juga dampak sosial yang banyak yang dapat terjadi, di antaranya depresi hingga menyebabkan bunuh diri,” jelasnya.

Dia menegaskan, inilah salah satu dampak yang tidak pernah diangkat oleh para pengusung RUU TPKS ( Tindak Pidana Kekerasan Seksual) juga pengusung Permendikbudristek No. 30 Tahun 2021.

“Para pengusung selalu mengangkat kasus-kasus lain, dan menutup mata dari kasus-kasus akibat hubungan seksual suka sama suka. Belum lagi, tutup matanya mereka atas hubungan seksual sesama jenis yang juga dilakukan suka sama suka,”jelas Hidayatullah.

“Jadi, masih mau abai dan dukung RUU TPKS dan Permendikbudristek No. 30 tahun 2021? Mari bersama kita tolak, jangan sampai RUU ini menjadi hadiah bagi ibu-ibu di 22 Desember 2021, karena sejatinya ini adalah musibah besar bagi para Ibu di Indonesia,” pungkas anggota DPR RI dari Partai PKS mengakhiri ceramahnya. (r/ Abdul Aziz)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *