18 Januari 2022

Kuliah Umum Hakim Agung RI di Prodi Magister UNPAB: UU No 30 Tahun 2014 Memperluas Kewenangan PTUN

62 Pengunjung

Kuliah umum Hakim Agung RI Prof DR H Supandi SH MHum

MedanRentaknews.com: Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2014 tentang Administrasi Pemerintahan telah memperluas kewenangan PTUN yaitu Satu, Kewenangan mengadili sengketa Fiktif Positif, Sengketa Tindakan Melawan Hukum oleh Pemerintah (OOD), dan Pengujian ada tidaknya unsur penyalahgunaan wewenang.

Kedua, Koneksitas UU AP dengan UU Cipta Kerja terdapat dalam Ketentuan Pasal 175 UU Cipta Kerja yang merubah beberapa ketentuan didalam UU AP, Dari 3 (tiga) kewenangan PTUN sebagaimana diatur dalam UU AP, pasca diberlakukannya UU Cipta Kerja, Kewenangan PTUN yang paling menonjol dan berkembang adalah gugatan terhadap tindakan melawan hukum oleh Pemerintah (OOD)

Kesimpulan itu terungkap dalam kuliah umum.Program Studi Magister Hukum Universitas Pembangunan Panca Budi (UNPAB) Medan, disampaikan langsung Hakim Agung RI Prof DR H Supandi SH MHum

Kuliah umum bertajuk hukum acara tata usaha negara tersebut berlangsung secara virtual, Kamis (9/12/2021) pukul 14.00 WIB sampai selesai.

Moderator Kepala Prodi Magister Hukum UNPAB Dr T Riza Zarzani SH MH serta Direktur Pascasarjana UNPAB Dr Yohny Anwar SE MM MH.

Hakim Agung RI mengatakan, Hukum Acara Peradilan Tata Usaha Negara adalah serangkaian peraturan perundang-undangan yang mengatur bagaimana pencari keadilan bertindak/berbuat di pengadilan dan bagaimana pengadilan bertindak dalam rangka penyelesaian sengketa Tata Usaha Negara.

“Singkatnya dalam mencari keadilan di Pengadilan Tata Usaha Negara terdapat tata cara yang diatur sesuai dengan peraturan perundang-undangan,” jelas Prof DR H Supandi SH MHum.

Direktur Pascasarjana UNPAB Dr Yohny Anwar SE MM MH dalam sambutannya mengatakan, sangat mengapresiasi narasumber Hakim Agung RI Prof Supandi semoga ilmu yang diberikan dapat bermanfaat.

“Kuliah umum ini walaupun secara daring akan memberikan kesempatan emas untuk mendapatkan beberapa pendekatan tentang ilmu hukum,” lanjut Johny.

“Selama ini, kita menggunakana pendekatan-pendekatan normatif untuk melihat dan mengkaji hukum, tetapi hari ini kita akan diajak untuk melihat dari sisi lain tentang hukum. Jadi tidak hanya normatif tetapi kita juga melihat hukum dari sisi empiriknya,” pungkasnya.. (r)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LATEST NEWS