24 Mei 2022

Dokter Asyik Main Game Online, Wajah Pasien Luka Bakar Laser

417 Pengunjung

Medan-Rentaknews.com. Pihak PT CMB telah mengambil tindakan tegas kepada oknum dokter kecantikan dr RH (pria) dengan memutus kontrak kerja karena kinerja yang tidak professional dan tidak sesuai SOP kode etik kedokteran, yaitu main game di jam praktik.

Tindakan diambil karena dr. RH bisa mengancam keselamatan pasien. Sebelumnya sudah berkali ditegur tetapi tidak pernah dituruti malah menjawab ngegame itu adalah hak dia.

“Pihak perusahaan telah memberhentikan oknum dr RH selaku pimpinan klinik kecantikan karena Seharusnya sebagai status jabatan pimpinan Dokter dr.R.H seharusnya berfungsi memimpin & memantau klinik akan tetapi beliau malah tidak melakukan tugas dan kewajibannya yaitu selalu main game. Tidak peduli sekitar kinerja klinik , dan tidak berkelakuan seperti para dokter umumnya yang selayaknya melindungi & menolong pasien,” ucap Salim SH selaku Penasehat Hukum PT CMB kepada wartawan dalam temu persnya.

Dia menambahkan, malah menyebabkan kelalaian akibat lebih fokus ngegame online dan selain Itu Juga merugikan nama baik perusahaan karena profile foto game online memakai foto yang ada wajah Direktur, dokter lain yang ada di klinik dan berserta foto Dr. RH dengan back ground label klinik.

“Padahal foto tersebut adalah foto milik klinik sehingga hal ini mencoreng image klinik yang seharusny di dunia medis tidak sepatutny bermain game ria di jam praktek ,” ungkapnya.

Didampingi Direktur PT CMB Fenny, Salim pun menegaskan bahwa oknum dr RH, selaku pimpinan tidak bertanggungjawab dalam pekerjaan. Dia (dr RH) itu saat bekerja bermain game sehingga mengakibatkan EJL seorang pasien mengalami luka bakar dan menjadi cacat luka di wajahnya saat melakukan perawatan sinar laser kulit wajah.

“Hal itu, terlihat jelas dari rekaman cctv, meski pasien telah mengeluhkan rasa sakit, si oknum tadi justru tidak menghiraukannya disebabkan asyik bermain game. Sehingga EJL mengalami Luka bakar berat pada wajahnya, karena pelaku tidak memasang filter lensa sehingga laser tanpa filter langsung membakar kulit wajah EJL,” sebut penasehat hukum itu.

Masih dalam temu pers tersebut, Fenny menyatakan pihak perusahaan telah bertanggungjawab kepada korban. Namun pelaku justru tidak menunjukan rasa empati selaku medis yang seharusnya lebih memperhatikan pelayanan saat melaksanakan tugasnya.

“Tindakan tegas, yang diambil manajemen perusahaan karena setelah kejadian tersebut oknum dr RH yang tetap abai, sehingga dilakukan tindakan tegas dengan memberhentikannya.
Sekaitan adanya pelaporan dari pihak korban yang telah melaporkan pelaku, Salim mempersilahkan supaya oknum tersebut bisa mempertanggungjawabkan perbuatan secara hukum,” pungkasnya.

Informasi yang diterima, tutur Salim bahwa EJL telah membuat laporan Polisi terhadap dr RH dengan Nomor Pengaduan, LP/B/ 1986/X/2021/SPKT/Polrestabes Medan tertanggal 8 Oktober 2021, atas dugaan tindak pidana kelalaian yang mengakibatkan luka cacat sebagaimana diatur Pasal 360 KUHP.

“Kami tentunya pasti mendukung langkah hukum yang dilakukan korban kepada pelaku,” ucapnya sembari berharap pihak kepolisian segera menangkapnya. (r/Syaf)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *