24 Mei 2022

Banjir Besar di Madina, 11.546 Jiwa Mengungsi

159 Pengunjung

Madina-Rentaknews.com. Banjir besar yang melanda kabupaten Mandailing Natal, provinsi Sumut, selain menggenangi dan merusak berbagai fasilitas umum juga rumah warga turut tenggelam, pasca bencana alam yang dialami sejak hari Jum’at malam (17/12/2021) hingga hari Sabtu malam (18/12/2021), di 16 Kecamatan.

Faktor penyebab bencana akibat tingginya curah hujan (cuaca exstrim) mengguyur seharian beberapa wilayah kecamatan.

Berdasarkan data sementara BPBD Madina, jika dijumlahkan berkisar 11.546 jiwa yang mengungsi: terdiri dari: 1.800 jiwa di Kecamatan Lingga Bayu, 3.000 jiwa di Kec. Natal, 4.125 jiwa di Kec. Muara Batang Gadis, 66 jiwa di Kec. Siabu, 280 jiwa di Kec. Sinunukan, 25 jiwa di Kec. Panyabungan Timur, 1.882 jiwa di Kec. Ranto Baek, 18 jiwa di Kec. Panyabungan Barat, dan 350 jiwa di Kecamatan Batahan. Sedangkan korban yang hilang atau meninggal dunia belum ada laporan.

Laporan Kejadian Sementara BPBD Madina update Minggu (19/12/2021) pukul 15.30 Wib. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mandailing Natal (Madina) menginformasikan ada 4 (empat) jembatan rusak berat dan 1 (satu) rusak ringan

Jembatan yang putus ada satu di Desa Tarutung Panjang Kecamatan Nagajuang, hampir putus (rusak ringan) ada satu di Desa Tapian Nauli di kecamatan yang sama. Jembatan gantung yang hanyut ada dua di Desa Aekgaringging Kecamatan Linga Bayu. Jembatan yang hanyut juga terjadi ada satu di Desa Torbanua Raja Kecamatan Panyabungan Utara.

Berdasarkan laporan BPBD Kabupaten Madina, Ada juga fasilitas pelayanan publik seperti Getek mengalami rusak berat (hanyut) di Desa Torbanua Raja Kecamatan Panyabungan Utara. Lahan pertanian di Desa Huta Godang Muda seluas 120 Ha dan di Desa Muara Batang Angkola seluas 30 Ha tergenang berpotensi rusak, sementara lahan padi dan jagung seluas 4,5 Ha di Desa Humbang tertimbun material.

Fasilitas ibadah terendam di Desa Baringin Jaya Kecamatan Panyabungan Utara dan Desa Muara Soma Kecamatan Batang Natal.

BPBD Kabupaten Madina terus melakukan pendataan dan memverifikasi data lapangan untuk pemutakhiran selanjutnya.

Lebih lanjut, ada 16 (enam belas) wilayah Kecamatan yang ada di Kabupaten Madina mengalami bencana banjir dan titik tanah longsor.

Insiden banjir dan tanah longsor yang dipicu oleh hujan dengan intensitas tinggi yang melanda beberapa wilayah di enam belas kecamatan tersebut membuat BPBD Madina mengambil beberapa langkah penanganan ;

  • 1.Tim BPBD Madin menuju lokasi dengan membawa peralatan evakuasi,
  • 2.Mengevakuasi Masyarakat ketempat yang lebih aman,
  • 3.Mendirikan tenda Posko dan pengungsi serta Dapur Umum,
  • 4.Organisasi Perangkat Daerah terkait Penanggulangan Bencana merapat kelokasi sesuai tugas dan fungsi,
  • 5.Menghimbau Masyarakat agar tetap waspada, mengingat cuaca masih exstrim,
  • 6.Melakukan koordinasi dengan seluruh Stakeholder terkait Penanggulangan Bencana, seperti unsur-unsur Forkopimda, Dandim 0212 TS, Kapolres Madina dan Tim Pemkab Madina,
  • 7.Menetapkan Status Kedaruratan Bencana (Status Tanggap Darurat) selama 14 hari,
  • 8.Melakukan peninjauan dan pemantauan lapangan terhadap seluruh lokasi terlanda bencana,
  • 9.Melaksanakan Pelayanan Kesehatan Masyarakat dengan membuat Pos-pos Kesehatan disekitar lokasi banjir,
  • 10.Penyaluran bantuan,
  • 11.Pembersihan material longsor untuk membuka akses jalan dengan mendatangkan alat berat dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kab. Mandailing Natal,
  • 12.Berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (BPBD Provinsi ) dan Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (PUSDALOPS-BNPB) untuk penanganan lanjutan Pasca Bencana,
  • 13.Pengiriman bantuan dari PMI Kab. Mandailing Natal ke lokasi bencana, dan
  • 14.Posko Siaga 24 jam Kabupaten (BPBD dan OPD terkait). (r/Sumber: BPBD Kab. Madina)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *