26 Mei 2022

Pesan Natal Gubsu: “Kondisi Wilayah Kita sedang Tak Baik karena Omicron!”

125 Pengunjung

Medan-Rentaknews.com. Gubernur Sumatera Utara (Sumut), Edy Rahmayadi mengaku, seharusnya Dia tidak menghadiri perayaan Natal Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia Wilayah (PGIW) Sumut Utara di GPIB Immanuel Medan.

Dia harusnya berada di suatu tempat, tetapi karena sesuatu hal dan banyak hal yang harus diselesaikan di Kota Medan, salah satunya datang ke gereja yang berada tepat di seberang kantornya di Jalan Dipenegoro Medan.

Saya sudah komitmen tidak menghadiri semua undangan karena tidak diizinkan, tapi kali ini mau datang karena ada tokoh-tokoh agama yang hadir.

“Saya ingin sampaikan, kondisi wilayah kita sedang tidak baik karena virus, terkhusus pada varian Omicron yang 70 kali lebih cepat dari varian Delta,” kata Edy, Kamis (23/12/2021).

Dia mengatakan, Covid-19 varian Delta pada Maret sampai Agustus menginfeksi seribu-an orang. Puncaknya di Agustus 2021, sampai 2.047 orang masuk rumah sakit, sementara kapasitas rumah sakit di seluruh Sumut cuma 1.500 orang.

Pemerintah Provinsi Sumut sampai membuka Asrama Haji untuk merawat pasien, membuka kembali rumah sakit yang sudah ditutup, hotel pun dijadikan rumah sakit untuk menampung 500-700-an pasien yang tak mampu ditampung rumah sakit rujukan.

“Setiap pagi, saya selalu berdoa agar Tuhan melindungi dan menjaga rakyat Sumatera Utara. Jadi siapapun yang ada di Sumatera Utara ini, amanah dan tanggung jawab saya, dunia dan akhirat. Saya tidak peduli, saat itu, dia tak memilih saya,” ucapnya.

Sudah dua tahun lebih, lanjut Edy, hari-hari besar agama dilalui dengan pembatasan dan protokol kesehatan yang ketat. Dirinya percaya bahwa ada rahasia Tuhan di balik semua musibah. Pandemi Covid-19 menurutnya peringatan Tuhan.

Dipandang dari sudut Agama Islam, Edy bilang, banyak umat yang kurang bersyukur terhadap nikmat Allah. Mengabaikan perintah ibadah, menyakiti hati orang lain menjadi biasa, norma-norma dan etika kemanusiaan mulai diabaikan.

“Saya sudah tiga kali mengadakan doa bersama, ini pun diabaikan. Saya hanya minta tiga menit, hanya beberapa tokoh agama yang datang ke tempat saya, itu yang berdoa… Kebaktian nanti, Bapak Pendeta, pimpin doa mohon ampunan dosa kita semua, baru meminta kepada Tuhan,” tutur dia.

“Sampaikan maaf kepada saudara-saudara saya yang mengadakan dan mengundang saya ke perayaan Natal-nya, saya anggap, ini mewakili karena sudah terlanjur meminta agar berdoa sederhana saja di gereja masing-masing, di rumah masing-masing seperti saat Ramadhan dan Shalat Id. Selamat menjalankan ibadah, selamat Natal, semoga Tuhan selalu memberkati…,” kata Edy Rahmayadi kembali.(r/Syafr_Malay)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *