19 Mei 2022

Warga Lingk. 3 Labuhan Deli Unjuk Rasa Minta Realisasi Pengecoran Jalan

171 Pengunjung

Medan-Rentaknews.com. Warga gang Haji Muhammad Thaib Lingkungan 3, Kelurahan Labuhan Deli Kota Medan, unjuk rasa di kantor kelurahan akibat merasa kecewa dan kesal pengecoran jalan.selalu tertunda sudah hampir sebulan.

Mereka sudah lama menantikan jalan di gang mereka segera diperbaiki, karena kondisi jalan kurang layak dan apabila hujan menjadi langganan banjir. Atas kesepakatan warga gang HM Thaib, Kamis siang (23/12/21), warga menumpahkan kekesalan mendatangi kantor kelurahan Labuhan Deli.

Ada sekitar 20-an berunjuk-rasa menyoal pihak kelurahan yang tak kunjung mengerjakan pembetonan jalan di gang mereka.

“Kami menuntut Ibu Lurah segera merealisasikan pembetonan jalan yang sudah terkendala sejak awal bulan Desembe,r” ujar salah satu warga yang berunjuk rasa.

Lurah Masyitah menjelaskan, pihak kelurahan memang pernah memberi janji pembetonan gang tersebut, tetapi persoalan pokoknya bahwa pihak ketiga sebagai penyedia bahan material, kekurangan bahan untuk pembetonan hingga proyek tidak bisa dilaksanakan.

Warga kurang puas dan kembali berkumpul di salah satu Musholla di gang Jauhari, sebelah gang HM Thaib. Rembuk warga menghadirkan pihak Pokmas yang diketuai M. Zuhdi lengkap bersama anggotanya.

Zuhdi menjelaskan, sama persis seperti keterangan Lurah. Warga tetap tidak puas karena beranggapan bahwa dana untuk proyek sudah turun di kelurahan dan wajib kiranya proyek dilaksanakan.

Irfan Daulay, tokoh masyarakat ikut memediasi persoalan ini, dan menanyakan tentang keberadaan dana dan penggunaannya.

Pihak Pokmas menyatakan pihaknya hanya pelaksana proyek, sedang mengenai pendanaan dan spesifikasi pengerjaan RAB sepenuhnya dari instruksi pihak penyedia yang di tunjuk Pemko Medan.

“Bukannya kami tidak bertanggung-jawab dalam hal ini, tetapi kami dibatasi sebatas pekerja pelaksana proyek, sedangkan pihak penyedia kurang komunikasi dan terkesan buang badan. Hal ini diamini anggota Pokmas.

Akhir mediasi tidak ada kesimpulan karena yang paling bertanggung-jawab dalam hal ini pihak penyedia enggan hadir dan keberadaan serta kantornya tidak diketahui warga bahkan pihak Pokmas sendiri.

Mediasi berjalan deadlock tanpa ada penegasan deadline pembetonan. Terdengar isu bahwa pengerjaan proyek bakal ditunda tahun depan jika tidak direalisasikan sampai akhir tahun ini. Disinyalir “ada permainan.” ujar salah satu warga beropini.

Masalah ini akan dibawa warga sampai ke Kecamatan jika pihak penyedia dan kelurahan tidak merespon keinginan warga.

“Kami akan kembali mendatangi kelurahan dan kecamatan, jika perlu kami akan mendatangi kantor walikota atas ketidak-adilan ini,”ujar warga kesal/ (r/Rudi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *