24 Mei 2022

MUI Kota Medan Gelar Seminar Dihadiri Anggota DPR-RI Dr. H. Raden Syafi’i

175 Pengunjung

Medan-Rentaknews.com. MUI Kota Medan kembali menggelar acara dengar pendapat dan seminar Edukasi Dakwah Politik Islam, dihadiri oleh Anggota DPR RI , Dr. H. Raden Syafi’ i dari Komisi III F-Gerindra yang akrab dipanggil Romo, di Aula MU I Jln. Amaliun no. 3 Medan, Senin (23 Jumadil Awal 1443 H/27 Desember 2021) .

Kegiatan ini diprakarsai Komisi Siyasah, Syariah dan Kerjasama antar Lembaga MUI Kota Medan.
Tiga narasumber yang melaksanakan pencerahan kepada peserta seminar yakni, Ketua MUI kota Medan Dr.H.Hasan Matsum, Dr. H. Raden Syafi, i dan Ketua Komisi Siyasah syariah kerjasama antar lembaga, Pamonoran Siregar, M. Pd.

Dr. Hasan Matsum sebelum membuka acara menyampaikan “MUI bertanggung jawab atas Edukasi Dakwah Politik Islam kepada umat, untuk itu para Dai, Daiyah harus menyampaikan bahwa berpolitik itu wajib, jangan ada lagi pendapat yang mengatakan tidak boleh berpolitik justeru politik itu menjadi wajib sebagaimana yang diajarkan oleh Rasulullah Saw.”

Dia menyebut, bila umat tidak dididik maka dikhawatirkan masalah pemikiran – pemikiran sesat yang mempengaruhi pikiran umat islam agar tidak mencampur adukkan politik dengan agama.
Pemikiran seperti itulah yang harus dihapuskan dari umat islam.

Sementara Ketua Komisi Siyasah Syar’iyah dan Kerja sama antar Lembaga sebagai Narasumber kedua, Pamonoran Siregar, M. PdI menyampaikan bahwa politik itu bisa bagus bisa juga buruk seperti parang yang bisa dipakai untuk yang baik dan bisa untuk yang buruk.

“Supaya tetap baik, kita jadikan politik itu sebagai bagian dari dakwah sehingga semua aktifitas politik akan bernilai ibadah di sisi Allah Swt,” lanjutnya.

Di akhir lmateri, pak Regar mengingatkan akan pentingnya politik umat islam, umat islam harus melek politik.

Di sesi terakhir di hadapan peserta seminar, Romo menyampaikan dengan lugas tentang carut marut negeri ini bagaimana oligarki telah mencengkeram negeri ini.

“Lihatlah dengan satu buah tanda tangan saja sebuah lembaga atau ormas dapat dibubarkan,” ungkapnya.

Untuk itu, Dia menyampaikan bahwa segenggam kekuasaan lebih berharga dari segunung kepintaran, oleh karena itu umat islam harus merebut kekuasaan agar dapat menghasilkan Undang-Undang , Perda, Perka dan lain sebagainya berpihak kepada umat.

“Islam adalah Rahmatan Lil Alamin, apabila Islam yang berkuasa maka semua golongan akan terayomi ” pungkas Raden Syafi, i.

Acara dengar pendapat dan seminar Edukasi Dakwah Politik Islam dipandu Abdul Aziz sebagai moderator. (r/Aziz)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *