24 Mei 2022

Solok Serahkan 1 Ton Rendang dan Uang Tunai untuk Korban Gunung Semeru

142 Pengunjung

Solok-Rentaknews.com – Pemerintah kota (Pemkot) melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Solok, Sumbar menyerahkan bantuan kemanusiaan berupa satu ton rendang dan uang tunai untuk para korban bencana alam erupsi Gunung Semeru di Lumajang, Jawa Timur.

Kalaksa BPBD Kota Solok, Ikhlas melalui Kepala Seksi Pencegahan dan Kesiapsiagaan Fera Zuana di Solok, Senin (27/12/2021), mengatakan bantuan tersebut merupakan inisiatif dari para Persaudaraan Mubalig Solok (PMS) dan bantuan berupa uang tunai berasal dari Pemkot Solok.

“Alhamdulillah bantuan tersebut langsung diantarkan oleh sejumlah tim BPBD dan PMS ke Lumajang. Rendang tersebut juga langsung didistribusikan ke tenda-tenda pengungsi,” ujar dia.

Bantuan rendang ini dinilai sangat cocok untuk para korban erupsi Gunung Semeru karena berupa makanan yang mampu tahan dalam waktu yang cukup lama, yakni sekitar empat sampai enam hari.

Ia berharap bantuan berupa satu ton rendang serta uang tunai yang telah diserahkan tersebut dapat meringankan beban masyarakat yang menjadi korban erupsi Semeru di Lumajang.

Ia juga mengapresiasi para Perkumpulan Mubalig Solok yang telah berinisiatif dengan sukarela untuk membantu masyarakat korban erupsi Semeru di Lumajang.

“Kami sangat mengapresiasi atas kepedulian PMS terhadap masyarakat Lumajang yang mengalami musibah, semoga bisa meringankan duka mereka,” ujarnya.

Sementara gerakan kepedulian sosial yang digalang oleh para PMS tersebut menghimpun donasi dari sejumlah daerah berupa dari masyarakat Kota Solok, Kabupaten Solok, serta dari Kabupaten Solok Selatan.

Kegiatan sosial tersebut bekerja sama dengan para ormas, pengurus mushala dan masjid, serta jamaah kajian yang ada di wilayah Solok Raya.

Bantuan berupa rendang yang dikirimkan ke Lumajang tersebut dimasak sendiri oleh pengurus PMS bersama masyarakat setempat.. (r/Syafr_Malay)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *