24 Mei 2022

Siswa SD di Jombang Meninggal Setelah Vaksinasi

175 Pengunjung

Jombang-Rentaknews.com. Seorang siswa kelas 6 SDN Gedangan, Kecamatan Mojowarno, Jombang meninggal dunia. Sebelumnya siswa tersebut mendapatkan vaksinasi dosis pertama jenis Pfizer. Sebelum meninggal, bocah berusia 12 tahun itu sempat demam dan muntah.

Bocah itu adalah Muhammad Bayu Setiawan, warga Dusun Bendungrejo, Desa/Kecamatan Jogoroto, Jombang. Bayu masih duduk di bangku kelas 6 SDN Gedangan.

Kepala Desa Jogoroto Sodirin mengatakan Bayu mengikuti vaksinasi Covid-19 untuk anak usia 6-11 tahun di Puskesmas Mojowarno pada Senin (27/12) pagi. Selanjutnya pada tengah malam, Bayu mengalami muntah muntah.

Jam 12 malam muntah-muntah, pagi jam 4 (28/12) dibawa ke puskesmas, jam 5 meninggal, dimakamkan sekitar jam setengah 8,” kata Sodirin kepada wartawan, Selasa (28/12/2021).

Sebelum jenazah Bayu dimakamkan, lanjut Sodirin, pihaknya menghadirkan anggota Polsek Mojowarno sebagai saksi. Menurutnya, keluarga korban sudah ikhlas sehingga jenazah Bayu dimakamkan tanpa diautopsi.

“Satu anggota polsek kami minta datang untuk menyaksikan apakah keluarganya sudah ikhlas atau belum. Kalau belum kami tidak berani memberangkatkan (ke makam). Karena sudah ikhlas, berangkat,” ujarnya.

Sodirin mengaku tidak mengetahui persis Bayu mempunyai riwayat penyakit atau tidak. Menurutnya, siswa kelas 6 SDN Gedangan itu selesai dikhitan pada Minggu (19/12). “Selama ini tidak sakit-sakitan,” terang Sodirin

Informasi yang diterima detikcom, Bayu dijadwalkan mengikuti vaksinasi Covid-19 dosis pertama di sekolahnya pada Kamis (23/12). Karena baru khitan, ia menunda vaksinasi. Bayu diantar ayahnya ke Puskesmas Mojowarno untuk vaksin dosis pertama pada Senin (27/12) pagi.

Kabid Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Jombang Haryo Purwono membenarkan vaksin yang diterima Bayu adalah dosis pertama. Siswa kelas 6 SD itu mendapatkan vaksin jenis Pfizer.

Screening (pemeriksaan kesehatan) baik semua, kami juga tak berani kalau posisi jelek. Akhirnya setelah vaksin sampai rumah tidak ada masalah, dia tidur, sekitar jam 1 atau 2 (siang) bangun kondisi biasa saja,” jelasnya.

Menurut Haryo, Bayu sempat bermain sepakbola sekitar pukul 15.00 WIB. Korban juga makan bakso dengan kakak perempuannya. Pada tengah malam, Bayu menderita demam dan muntah-muntah.

Jam 3-4 muntah lagi, tidak seberapa komunikatif, tapi dikasih teh masih mau. Jam 5-5.30 dibawa ke Puskesmas Mayangan (Kecamatan Jogoroto), sampai di puskesmas diperiksa tim medis sudah meninggal dunia,” ungkapnya.

Sampai saat ini, Haryo belum bisa memastikan Bayu meninggal dunia akibat kejadian ikutan pasca imunisasi (KIPI) atau karena penyebab lainnya. Pihaknya masih mengumpulkan berbagai bukti. Mulai dari kronologi setelah Bayu divaksin, riwayat sakit yang mungkin diderita Bayu, sampai data rekam medis Bayu yang mungkin ada di Puskesmas Mayangan dan Puskesmas Mojowarno.

“Apakah arahnya KIPI atau penyebab lainnya, kami belum bisa mengambil kesimpulan,” tandasnya.(r/syafr_malay)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *