24 Mei 2022

Tahanan Polrestabes Sempat Kritis di RS Bhayangkara Medan

188 Pengunjung

Medan-Rentaknews.com. Zailani, tahanan Polrestabes Medan yang sebelumnya ditangkap oleh Polsek Medan Kota, sempat mengalami kondisi kritis.

Feni, istri Zailani menceritakan detik-detik suaminya tewas di dalam ruang ICU Rumah Sakit Bhayangkara Medan, pada Minggu (26/12/2021) lalu.

Saat itu, dirinya mendapatkan kabar bahwa suaminya sudah tidak berada lagi di kantor polisi, namun sedang di rawat di rumah sakit, pada Kamis (23/12/2021) lalu.

Polisi itu datang ke tempat adik saya, bilang kalau Zailani sudah kritis, di rumah sakti brimob,” kata Feni kepada Tribun-medan, Rabu (29/12/2021).

Ia mengatakan, saat dirinya tiba di rumah sakit dirinya menyaksikan bahwa suaminya sudah terbaring lemah di atas tempat tidur rumah sakit.

“Jadi saya cek kesana. Dia dirawat di ruangan yang buruk, kondisinya sudah tidak bergerak,” sebutnya.

Saat disitu, ia mengatakan kondisi suaminya tidak sadarkan diri dan semakin memburuk, sehingga pihak rumah sakit memindahkannya ke ruang ICU.

Dia (Zailani) diletak di ruangan yang buruk. Setelah itu lama-lama makin drop dia. Jadi dibilang Dokter masuk ke ruang ICU. jadi jam 18.00 WIB, dia masuk ruang ICU,” sebutnya.

Menurutnya, suaminya kritis akibat dianiaya di dalam sel tahanan. Sebab, di sekujur tubuhnya mengalami bekas luka yang diduga bekas penganiayaan.

Kalau dilihat secara logika, secara pribadi, ini seperti macam dipukuli, dicekik atau diapakan gitulah, macam disulut-sulut api rokok luka nya, ada yang bolong-bolong, ada yang ini gosong lukanya,” tuturnya.

Ia mengatakan, setelah menjalani perawatan selama tiga hari, pada 26 Desember 2021 Zailani pun meninggal dunia.

Meninggalnya sekira jam 10 pagi. Prosesnya panjang sampai jam 02.00 WIB kami ditahan disana. Disuruh tanda tangan surat bahwasanya kalau kami dari keluarga nggak bisa nuntut orang itu, saya tanda tangani saya berpikiran karena supaya suami saya cepat pulang,” ucapnya.

Sementara itu, Kasat Tahti Polrestabes Medan, AKP Asen Samosir menjelaskan bahwa, Zailani meninggal dunia akibat sakit.

Meninggalnya bukan di RTP, meninggal di RS Bhayangkara setelah opname satu minggu lamanya,” ujarnya.

Namun, dirinya tidak menjelaskan sakit apa yang diderita oleh tahanan nya tersebut.

Ia mengatakan bahwa, Zailani meninggal dunia di rumah sakit Bhayangkara Medan setelah mendapatkan perawatan medis.

“Meninggal karena sakit. Konfirmasi aja ke dokter, karena hasil diagnosanya nggak ada sama saya,” pungkasnya.(r/Syafr_Malay)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *