26 Mei 2022

Upaya Islah Gagal, Warga Kembali Tawuran

238 Pengunjung

Medan-Rentaknews.com. Upaya islah untuk mendamaikan warga yang bertikai gagal. Saat permusyawaratan antar warga di dalam Mesjid Asyahadah, Jalan Sembilang Pajak Baru Belawan, di luaran kembali terjadi tawuran remaja antar sesama warga Pajak Baru, Kamis (30/12/2021).

Disinyalir ada provokator yang menyulut tawuran warga, khususnya remaja. Ibu-ibu yang awalnya serius mendengarkan, terpaksa bubar karena takut anaknya ikut bertikai.

Keadaan jadi berantakan dan saling hujat antar orang tua warga yang anaknya menuju area tawuran. Terpaksa proses islah ditutup tanpa keputusan dan semua peserta bubar dan sibuk menangani anak mereka yang bertikai.)

Bermula dari pertikaian antar remaja yang telah berlangsung pada hari Sabtu (25/12/21) malam setelah selesai acara nonton bareng. Buntutnya, muncul kegelisahan antara warga sesama jalan Pajak Baru, Belawan Bahagia, Belawan, Kota Medan.

Walaupun sudah ada kesepakatan antar warga bertikai dengan pihak kepolisian, namun “bara” dari kelanjutan pertikaian ini masih ada.

Masih ada segelintir oknum (warga) yang disenyalir bukan warga tempatan memancing di air keruh.

Putra Islami, Ketua DPC Rentan Belawan merasa resah dan segera memediasi antar warga pajak baru beserta tokoh masyarakat dan alim ulama.

Pada hari Kamis menjelang sore (30/12/21), maka disepakatilah mengadakan rembuk bersama warga. Puluhan warga dari warga yang bertikai sudah tumplek hadir meramaikan acara demi sebuah perdamaian.

Ali Mukti Nasution, Lurah Belawan Bahagia dalam sambutannya menekankan “Betapa kita selaku orang tua hendaknya selalu mengawasi anaknya masing masing dan jangan sampai terprovokasi dengan adu domba antar warga”, ujar pak Lurah.

Ibu Wati, Warga perwakilan jalan Alu-alu menuturkan bahwa seringnya terjadi bentrokan dan tindakan premanisme terhadap anak remaja dengan tindakan pengomposan (minta jatah) dengan pengancaman pakai senjata tajam.

“Tolong dirikan posko posko untuk tindakan pengamanan antar warga”, tuturnya.

Perwakilan warga jalan Belanak, Abu Sanib menginginkan adanya aparat yang berjaga setiap gang yang ada karena tindakan anarkis selalu terjadi seperti pelemparan bom molotov bahkan pelemparan rumah warga oleh sekelompok orang yang tidak bertanggung jawab.

Warga lainnya dari jalan Belanak mengharapkan adanya tindakan preventif dengan mengontrol akses keluar-masuk setiap jalan keluar ke jalan besar, terutama di simpang jalan besar Pajak Baru.

Sementara itu, E. Syahputra, Bhabinkamtibmas Kelurahan Belawan Bahagia menuturkan bahwa tawuran warga terutama remaja dan tindakan premanisme yang anarkis selalu terjadi. Meski demikian, telah banyak hal yang dilakukan untuk mendamaikan warga.

Tawuran dipicu rasa solidaritas antar gang atau kumpulan yang telah ada di antara warga. Kelompok-kelompok ini selalu membuat kericuhan yang terkadang sulit dideteksi, mengingat komunikasi antar kelompok kadang bergabung dengan kelompok lain untuk menyerang kelompok yang jadi musuh.

Upaya Polsek Belawan telah dilakukan dengan cara rekonsiliasi antar kelompok dan warga yang bertikai.

Kekurangan personil apalagi ini masih suasana Nataru, menyebabkan tawuran warga tak terhindari baru baru ini. Peran serta warga kurang aktif padahal pihak kepolisan selalu meminta pada warga untuk selalu mengantisipasi tawuran dengan jalan membuat posko setiap lingkungan.

Tetapi sayangnya warga hanya aktif pada saat terjadinya tawuran, setelah selesai tawuran, tingkat kesadaran dan pencegahan warga tidak ada sama sekali hingga hal inilah yang selalu terjadi berulang-ulang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *