24 Mei 2022

Banjir Melanda Aceh, Seorang Anak Tewas dan Ribuan Rumah Terendam

141 Pengunjung

Aceh Timur-Rentaknews.com. Banjir melanda provinsi Aceh, seorang anak tewas dan ribuan rumah terendam. Hujan deras yang mengguyur Aceh dalam beberapa hari terakhir menyebabkan sejumlah kabupaten/kota terendam.

Daerah yang diterjang banjir luapan itu adalah Aceh Timur, Aceh Utara, Lhokseumawe, Bener Meriah, dan Aceh Barat Daya (Abdya).

Kendaraan antre saat melintasi banjir yang merendam jalan nasional, kawasan Gampong Bayeun, Kecamatan Rantau Seulamat, Aceh Timur, Sabtu (1/1/2022).

Dampaknya antara lain, ribuan rumah dan jalan nasional terendam. Bahkan, banjir di Aceh Timur merenggut satu nyawa.

Korban yang meninggal dunia itu adalah Fajri (9), bocah asal Gampong Seuneubok Buya, Kecamatan Idi Tunong, Aceh Timur.

Faisal, warga Seuneubok Buya, dilansir dari Seranbi, menjelaskan, kejadiaan itu berawal saat Fajri bersama sejumlah temannya bermain banjir saat hendak pulang ke rumah
pada Sabtu (1/1/2022) sekitar pukul 11.30 WIB.

Sementara itu, jalan di depan rumahnya sekitar 500 meter saat itu tergenang banjir setinggi paha orang dewasa.

Banjir mulai merendam desa itu sejak Sabtu pagi sekitar pukul 08.00 WIB, setelah menerima banjir kiriman dari desa di bagian hulu Kecamatan Banda Alam, Aceh Timur


Banjir mulai merendam desa itu sejak Sabtu pagi sekitar pukul 08.00 WIB, setelah menerima banjir kiriman dari desa di bagian hulu Kecamatan Banda Alam, Aceh Timur dan meluapnya arus irigasi.

“Saat itu, Fajri hendak pulang ke rumahnya, tapi ia terseret arus banjir. Satu jam kemudian, jazad bocah tersebut ditemukan sudah meninggal dunia pada jarak sekitar 30 meter dari lokasi ia hanyut,” ungkap Faisal.

Karena temannya juga masih kecil-kecil, lanjut Faisal, maka mereka tidak mampu untuk menolong korban.

Saat kejadian itu, ibu dan ayah korban di rumahnya sedang memasak.

Ibunya sudah melarang korban agar tidak bermain banjir.

Tapi, dia pergi juga sehingga terjadi musibah ini.

Ibunya sangat syok atas musibah tersebut, dan jenazah almarhum sudah dikembalikan,” tutupnya.

Terkait kejadian itu, Bupati Aceh Timur, H Hasbalah bin HM Thaib SH, berpesan kepada masyarakat kabupaten tersebut agar tetap waspada terhadap risiko dan dampak banjir.

Apalagi, menurutnya, berdasarkan perkiraan BMKG, curah hujan pada Januari 2022 masih tinggi.

Masyarakat harus tetap waspada terhadap dampak banjir.

Sehingga ke depan tidak lagi korban jiwa akibat banjir,” ungkap Rocky–sapaan akrab

Hasballah HM Thaib–kepada Serambi yang mengaku baru pulang mengevakuasi warga sakit terjebak banjir bersama sejumlah
petugas di Desa Jambo Reuhat, Kecamatan Banda Alam.

Informasi lain, hari kedua banjir akibat meluapnyaKrueng Bayeun, Aceh Timur, Sabtu (1/1/2022), menyebabkan menyebabkan ribuan rumah di belasan gampong dalam dua kecamatan yakni Rantau Seulamat dan Birem Bayeun, terendam.

Banjir juga menggenangi jalan nasional (jalan Medan-Banda) Aceh, hingga mengakibatkan kemacetan panjang kendaraan di lintas Sumatera tersebut.

Bahkan, ada enam gampong di dua kecamatan tersebut sudah terisolir. Sebab, jalan ke desa-desa itu tidak bisa lagi dilalui kendaraan karena di Tempat-tempat tertentu ketinggian banjir mencapai 2 meter.

Bantuan bagi warga di sana harus diantar menggunakan truk, sebab kendaraan lain tidak bisa mencapai kawasan tersebut.

Warga gampong yang terisolir itu kini sudah tinggal di tenda yang disediakan pemerintah gampong dan pemkab serta dibantu TNI/Polri.(r/SIn/Syafr_Malay)

Editor: hps

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *