24 Mei 2022

Haris Kelana Damanik, ST ; “Kami Pelayan Masyarakat”

212 Pengunjung

Medan-Rentaknewa.com. Anggota DPRD Medan Haris Kelana Damanik, ST melakukan peninjauan ke lingkungan 13 Kelurahan Terjun, Kecamatan Medan Marelan, Kota Medan, setelah sebelumnya .menerims laporan warga.

Senator F-Gerindra Komisi 2 ini tidak sendiri saat mengunjungi warga, Sabtu (1/1/2022), terlihat stake holder dan pejabat terkait seperti Kepala UPT Bina Marga Medan Labuhan Amsyah, ST, MT, Lurah Terjun Taufik, STTP, MAP, Kepala Lingkungan 13 Terjun Saddiyani Harahap, tokoh masyarakat Sianturi, Kepala perumahan KPUM Terjun Nainggolan dan Turnip.

Warga yang merasa terdampak banjir genangan air ikut meramaikan rombongan Politisi Gerindra ini. Sekitar pukul 10.30 wib, Haris Kelana, ST tiba di lokasi dan langsung bergerak cepat menjumpai warga yang telah menanti kedatangannya.

Lurah Terjun, Kepala UPT Bina Marga, Kepling 13 Terjun, tokoh masyarakat membaur menyambut anggota dewan yang murah senyum ini. Tanpa basa-basi, politisi muda dan energik ini mengajak warga begitu turun dari kenderaan agar segera meninjau dan mengetahui akar persoalan tergenangnya air di pemukiman.

Ketua PAC Gerindra Medan Marelan ini mengomandoi rombongan ini. Dengan langkah tegap diiringi Kepala UPT dan Kepling 13, dia bertanya tentang persoalan yang dihadapi warga.

Warga gembira menyambut kehadiran anggota dewan yang dapat meluangkan waktu untuk mereka, padahal hari ini hari libur apalagi masih awal tahun baru.

Persoalan ini mengemuka ketika Haris mengadakan Reses tanggal 18/12/21 lalu di lingkungan 13 Terjun. Saat itu politisi Gerindra ini berjanji untuk meninjau langsung keadaan agar bisa menjembatani persoalan antara masyarakat dan pemerintah kota Medan.

Berhubung padatnya jadwal kerja, pada hari Sabtu ini lah janji itu ditunaikannya

“Selaku pelayan dan wujud kepedulian pada konstituen, saya harus meneliti dan memahami akar persoalan yang diadukan warga”, ujarnya merendah.

Sepanjang perjalanan melihat kondisi di lapangan ini, fia terus memperhatikan dan mendengarkan keluhan dan keinginan warga. Tak ketinggalan Lurah dan Kepala UPT juga berdiskusi mengenai hal ini.

“Saya berharap pihak Bina Marga dapat memetakan masalah dan memahami persoalan agar solusi persoalan ini dapat diatasi,” ujarnya.

Anggota DPRD Medan ini juga berpesan pada Lurah agar mengondisikan dan membawa persoalan ini untuk perencanaan musrembang kecamatan dan dapat dianggarkan pada tahun 2022 tahun ini.

Kondisi alur dan kedalaman drainase serta tutup klep penahan debit air yang masuk ke pemukiman jadi perhatian serius.

“Klep ini sudah tidak berfungsi dengan baik sejak 4 tahun lalu, akibatnya air yang sedianya mengalir mengikuti drainase tidak masuk ke pemukiman warga”, ujar Kepling 13 Terjun.

“Kedalaman parit drainase dan kelebarannya yang kurang, ikut juga menimbulkan dampak banjir” timpal Sianturi menambahi keterangan Kepling kepada Haris.

Lurah dalam keterangannya ketika ditanya sikap kelurahan, menjawab diplomatis, “Saya sedang mempelajari persoalan warga lingkungan 13 ini, berhubung amanah yang saya emban selaku Lurah masih baru jadi perlu pemahaman dan pendalaman termasuk ikut langsung mengamati titik-titik persoalan penanganan banjir.

Terlihat di lokasi terjadi pendangkalan drainase ditambah lagi menumpuknya sampah yang ikut mendangkalkan parit. Setelah mengamati selama 1 jam lebih, dia kembali ke rumah warga.

Kepling 13 menuturkan bahwa tugas dan tanggung jawab selaku Kepling sedikit terhambat mengingat masalah ini. Dia berharap bahwa jumlah warga dan kepala keluarga yang berdomisili di lingkungan 13 sudah layak dimekarkan karena sudah melebihi ketentuan perda yang ada.

Lurah ketika dikonfirmasi awak media belum bisa berkomentar banyak, mengingat jabatan Lurah Terjun belum lama dan masih memetakan akar persoalannya.

“Saya akan pelajari dan berkoordinasi dengan pihak terkait untuk masalah ini”, ujarnya.

Ditanya tentang dranaise yang tidak berfungsi dengan baik dan perbaikan jalan yang ada di kompleks, Lurah sudah berkoordinasi dengan pihak UPT dan telah masuk program Musrembang serta masuk dalam rencana kerja kelurahan di tahun 2022.

Kesimpulan akhir dari peninjauan di lokasi ini, Haris menekankan pada Kepling dan pemuka masyarakat agar selalu memastikan pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan.

“Perlu saya ingatkan sebagai anggota dewan, bahwasanya tidak akan ada pembangunan dan prioritas pelaksanaan pembangunan jika PBB tidak diindahkan masyarakat, sebab dengan PBB lah pembangunan dapat terlaksana”, ujarnya mengingatkan warga.

“,Saya pribadi akan menyampaikan aspirasi ini ke komisi agar dijembatani melalui suara fraksi ke pada pemerintah kota”, pungkasnya menutup pembicaraan. (r/Rudi H.)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *