15 Agustus 2022

Dampak Banjir Bandang di Palas , Ini Pernyataan Kepala BPBD

271 Pengunjung

Padang Lawas–Rentaknews.com. Dampak banjir bandang yang terjadi malam pergantian tahun baru 2021-2022 Pemerintah Padang Lawas (Palas ) dengan segap menetapkan status tanggap darurat bencana.

Status darurat bencana sesuai Keputusan Bupati bernomor 360/001/KPTS/2022 yang berlaku selama 14 hari. Status ini terhitung sejak 1 Januari 2022

Berdasarkan data sementara Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Padang Lawas, 431 rumah warga mengalami kerusakan ringan dan berat. Satu Pondok Pesantren dan satu Sekolah Dasar Negeri Tamiang juga mengalami kerusakan.

Banjir bandang yang disertai material lumpur dan kayu disebabkan tingginya curah hujan hingga naiknya debit air Sungar Sutam.

Banjir di malam pergantian tahun ini menerjang sebanyak lima desa yaitu Desa Tanjung Baru, Desa Tamiang, Desa Manggis, Desa Siadam dan Desa Tanjung Barani, Kecamatan Balang Lubu Sutam.

Kepala Pelaksana BPBD Padang Lawas H. Amit Hadi Nasution mengatakan, ada 87 unit rumah di Desa Tamiang rusak berat, 34 unit rusak sedang, 22 unit rusak ringan.

Sementara, di Desa Tanjung Baru 17 unit rumah hanyut atau rusak berat, 11 unit rusak sedang dan 181 rusak ringan.

Di Desa Tanjung Barani ada 23 unit rumah rusak berat, 28 unit rusak sedang dan 21 unit rusak ringan. Sementara di Desa Manggis terdapat empat unit rumah rusak berat.
Desa Siadam kata Kepala BPBD, terdapat dua unit rumah rusak berat dan satu unit rumah mengalami rusak sedang. Beserta satu Pondok Pesantren Nizomul Hikmah desa Tamiang dan SD Negeri 0802 Tamiang.

“Total tercatat 431 rumah mengalami rusak ringan sedang dan berat ” kata Abdul hamid.

Dampak bencana banjir bandang tersebut jelas Kepala BPBD, mengakibatkan 215 warga mengungsi ke Ponpes Babul Hasana, rumah warga yang aman dan sebagian mengungsi di SD Negeri dan tenda Pengungsian. ( r/sun )

Editor: Arif Putera

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *