15 Agustus 2022

Ratusan Pelayat Lepas Kepergian Penyair “Perkutut Urakan” Ys Rat

325 Pengunjung

Medan – Rentaknews.com. Ratusan pelayat melepas kepergian penyair “Perkutut Urakan” Ys Rat dari rumah duka, Jalan Madio Santoso Gang M. Yusup, Medan Timur, Jumat (7/1/22). Sastrawan yang juga wartawan senior itu menghembuskan napas terakhir karena sakit di kediamannya, Jumat sekitar pukul 05.00 WIB.

“Perkutut Urakan” merupakan judul puisi yang kerap dibacakannya dalam berbagai kesempatan. Puisi naratif dan kritis itu sangat dikenal di kalangan publik sastra Medan.

Sejumlah sahabat dan rekannya merasa terkejut atas kepergian Ys Rat. Apalagi, awal 2022 masih bertemu dengannya di eks Kompleks Taman Budaya Sumatra Utara, Jalan Perintis Kemerdekaan 33 Medan.

“Innalilahi wa innailairi roojiiiuuunn… Saya baru bertemu beliau 3 hari yang lalu di Taman Budaya beserta Om Porman…,” tulis Sarah Nasution, pendidik yang pernah mendapat bimbingan almarhum pada Kelas Menulis Kritik Sastra Balai Bahasa Sumatra Utara tahun 2019, di komentar grup WhatsApp alumni kelas tersebut.

“Tanggal 2 Januari 2022 kemarin masih ketemu, masih Ade panggil untuk membacakan puisi pada kegiatan syukuran Teater Rumah Mata di situs Kotta Cina,” tulis Ade Wahyuni Azhar, pendidik dan pegiat teater, di salah satu komen Facebook.

“Almarhum tiap hari duduk di sudut kursi ini, ada kegiatan ataupun pas tidak ada (kegiatan),” ucap Icik, pemilik kantin di eks Kompleks TBSU.

Kata Icik, sepekan belakangan almarhum tidak kelihatan. “Mungkin saat itulah Bang Rat sakitnya,” katanya.

Rekan panggung almarhum, Teja Purnama, memberikan penilaian almarhum Ys Rat orang baik. “Teliti dan disiplin, penuh pertimbangan. Kata dan keputusannya selalu dapat dipertanggungjawabkan,” sebut Teja.

Teja Purnama Lubis yang juga penyair dan wartawan ini mengatakan, orang yang baru mengenal akan menganggap almarhum Ys Rat kaku dan monoton. “Namun, sesungguhnya beliau orang penuh irama dan terkadang tak terduga, seperti puisi-puisinya yang penuh bunyi dan tentu saja memberi arti,” ungkap Teja.

Kepala Seksi Pergelaran TBSU, Syamsul Tajri, mengakui, almarhum Ys. Rat merupakan seniman Sumatra Utara yang selalu aktif berkesenian sampai akhir hayatnya. Selain berkesenian, beliau juga seorang penulis yang sering mengisi di media massa.

“Salah satu karyanya yang sangat terkenal adalah karya seni sastra yang berjudul Perkutut Urakan, yang pernah ditampilkan di Palembang dalam Pameran dan Pergelaran Seni se-Sumatra,” katanya.

Pelaksanaan fardhu kifayah almarhum Ys Rat alias Yusrianto, S.H. berjalan khidmat dan lancar. Ratusan jemaah ikut menyalatkannya usai Jumatan di Masjid Al-Ikhlasiyah, Jalan Madio Santoso. Hingga pemakaman di Pekuburan Jalan Krakatau, sejumlah seniman menyaksikan peristirahatan terakhir almarhum.

Almarhum Ys Rat, lahir di Medan, 8 Agustus 1962.
Karya tulisnya pertama kali diterbitkan di
Rubrik “Abrakadabra” Harian Waspada
(1980), selain di sejumlah
koran terbitan Medan, Aceh, dan Jakarta. Karya tulisnya bukan hanya
puisi, tapi juga cerita pendek, esai, artikel hukum,
sosial kemasyarakatan, naskah sandiwara, dan
skenario sinetron.

Almarhum juga pernah aktif di Sanggar Teater
Kartupat Medan di bawah kepemimpinan Raswin Hasibuan (alm), sebelum bersama rekannya mendirikan Teater Merdeka Medan pada 5 Juni 1991.

Sandiwara “Hus!”, “Ciluk…Ba!”, “Bukan”,
“Sampah”,“Bukan Mimpi” dan “Jodoh” merupakan di antara karyanya yang pernah dipentaskan Teater Merdeka di Gedung Utama TBSU.

Dia juga pernah diikutkan mewakili Sumatra Utara pada Pekan Teater Nasional 1986 di Taman Ismail Marzuki Jakarta, dan Pergelaran Karya Sastra Nasional 1989 di tempat sama.

Lalu baca puisi di Taman Budaya Makassar, Taman Budaya Palembang, dan Taman Budaya Aceh.

Ia memperoleh hadiah untuk dua naskah sandiwaranya “Hus!” dan “Ciluk….
Ba!” pada Sayembara Penulisan Naskah Sandiwara Indonesia versi Dewan Kesenian Medan (DKM) 1988 dan 2005 juara pertama sayembara serupa, juga versi DKM,untuk naskah sandiwaranya, “Bum! Bam! Dum! Dam! Dor!”

Almarhum meninggalkan seorang istri dan empat orang anak. Pernah bekerja di sejumlah harian di Medan, cetak maupun daring. (Suyadi San)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *