18 Januari 2022

Hari Sejuta Pohon Sedunia, Menghemat Energi dan Memberi Perlindungan

115 Pengunjung

Medan-rentaknews.com. Hari Sejuta Pohon Sedunia (Day of a Million Trees) diperingati setiap tanggal 10 Januari setiap tahunnya, tahun 2022 jatuh pada hari senin (10/1/2022).

Berbicara tentang pohon, erat kaitannya dengan hutan, karena hutan menutupi hampir sepertiga dari seluruh daratan bumi yang di dalamnya ada banyak tersedia berbagai jenis pohon.
Namun sadar atau tidak manusia sekarang membabat jutaan hektar setiap tahun, terutama di daerah tropis membiarkan deforestasi, berarti merusak ekosistem.

Padahal dengan menanam pohon sejatinya kita melakukan tindakan menghemat energi, penanaman pohon yang tepat akan memberikan perlindungan terhadap angin, keteduhan dan udara sejuk di musim panas.
Menanam pohon merupakan salah satu upaya mengurangi emisi karbon.
Hal ini sejalan dengan tujuan utama Paris Agreement (Persetujuan Paris)

(adalah sebuah persetujuan dalam Konvensi Kerangka Kerja Perubahan Iklim Perserikatan Bangsa-Bangsa yang mengawal reduksi emisi Karbon dioksida efektif belaku 2020, untuk menahan laju kenaikan suhu bumi tidak lebih 2 derjad celcius atau dapat menekan laju kenaikan suhu hingga 1.5 derjad celcius.

Betapa besar manfaat pohon bagi keberlangsungan kehidupan,
Manfaat yang dapat kita rasakan dan nikmati adalah ada nilai estetis (keindahan).

Manfaat orologis, akar pohon dan tanah merupakan satu kesatuan yang kuat sehingga mampu mencegah erosi atau pengikisan tanah.
Manfaat Hidrologis, tanaman dapat membantu menyerap air hujan ke tanah.

Secara klimatologis, dengan banyaknya pohon akan menurunkan suhu udara, sehingga udara sekitarnya menjadi sejuk dan nyaman.
Manfaat Edaphis, Pohon menjadi tempat hidup satwa, memberi keseimbangan lingkungan (ekologis) sebagai perlindungan terhadap sinar matahari, angin kencang, penahan debu serta peredam suara, dan tidak kalah pentingnya tempat pembelajaran (edukasi) dan penelitian.

Dampak Buruk Akibat Perambahan Pohon Sembarangan.

Dampaknya akan dirasakan adalah terjadinya erosi, bencana banjir dan tanah longsor, hilangnya habitat hewan langka.

Terjadi Pemanasan Global

Atmosfer adalah lapisan gas yang melingkupi bumi dan banyak mengandung karbon dioksida.
Karbon dioksida dibutuhkan untuk. proses fotosintesa, jika pohon berkurang karbon dioksida akan tetap berada di atmosfer .

Karbon dioksida dapat memerangkap panas, sehingga suhu rata-rata permukaan bumi dapat meningkat, peningkatan suhu permukaan bumi ini disebut pemanasan global.

Dipenghujung 2021 Sumatera Utara dilanda banjir secara luas, mulai dari Kabupaten Serdang Bedagai, Tebing Tinggi, medan, Mandailing Natal hingga Nias hampir semua Kabupaten Kota di Sumut mengalami musibah.

Tentu kita ingin para pemangku kepentingan mulai Gubernur, Bupati dan Walikota dapat melakukan penanganan serius duduk bersama mengambil langkah-langkah kongkrit dan terintegrasi serta dapat memitigasi bencana dengan melibatkan banyak instansi dan relawan tanggap bencana, perlu menjadi renungan kita bersama.

Ketika pohon terakhir ditebang, Ketika sungai terakhir dikosongkan, Ketika ikan terakhir ditangkap, barulah manusia akan menyadari bahwa dia tidak dapat memakan uang. (Eric Weiner).

Penulis: Abdul Aziz, Purna tugas BMKG Maritim Belawan. Pemerhati sosial dan lingkungan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LATEST NEWS