21 Mei 2022

Sengketa Tanah Wakaf Masjid Perjuangan, Dikabarkan akan Dijual

103 Pengunjung

Medan, Rentaknews.com – Tanah wakaf Masjid Perjuangan 45 di Jalan H.M Yamin Kota Medan kini telah dikuasai orang lain, bahkan kabarnya akan dijual.

Kasus persengketaan itu sudah bergulir sejak lama, sejak diterbitkannya Surat Keterangan Tanah (SKT) yang menyebutkan milik B. Diterbitkan pada Tahun 2012 yang dikeluarkan oleh Kelurahan Sei Hilir 2 Kecamatan Medan Perjuangan.

Menurut Bendahara Yayasan Masjid Perjuangan 45 Pancho Ardiansyah Hasibuan, saat ditemui wartawan RN pada Rabu (19/1/21), pihak B awalnya hanya menumpang di tanah tersebut. Namun anehnya, saat ini B pula yang menguasai tanah tersebut karena memiliki SKT yang dikeluarkan oleh kelurahan pada tahun 2012.

“Ringkas cerita, masalah ini sudah dilimpahkan ke Gubernur, lalu ke Pemko Medan. Dan menurut Pemko, bahwasanya tanah itu punya masjid, tapi pihak B masih mengakui karena mempunyai SKT,” kata Pancho.

Oleh karena itu, ahli waris juga mempermasalahkan kasus ini. Bahkan kasusnya telah sampai ke Mahkamah Agung, pihak B berhasil memenangkan sengketa tanah tersebut.

“Informasi yang saya tahu, di tanah itu nantinya akan dijual dan dibangun ruko. Jadi saya rasa banyak yang terlibat di situ, seperti kepling dan lurah,” imbuh Pancho.

Walaupun pihak B menang soal tanah tersebut, pihak yayasan masih memblok sertifikat tanah, sehingga pihak B tidak bisa mengambilnya.

“Yayasan menuntut bahwa tanah tersebut hak masjid yang telah diwakafkan, tidak boleh dijual,” jelasnya.

Rencananya, yayasan ingin membangun hall atau ruangan yang dipergunakan untuk pesta pernikahan, meeting, tahfidz qur’an, dan klinik gratis. Namun rencana itu terhalang oleh adanya sengketa ini.

“Kita sudah melapor kasus ini ke wakil walikota dan meminta ke lurah tentang SKT tersebut. Atas dasar apa keluarnya SKT tersebut, namun pihak kelurahan hanya diam dan tidak tahu sama sekali dengan alasan buka periodenya SKT tersebut diterbitkan,” kata bendaraha yayasan tersebut.

Baru-baru ini yayasan membuat spanduk tentang meminta dukungan doa kepada masyarakat untuk memperjuangkan tanah wakaf tersebut, namun spanduk itu diturunkan oleh BKM yang baru dilantik.

“Kenapa BKM seperti itu? Apa mereka keberatan dengan meminta doa? Seharusnya mereka mendukung, apalagi demi masjid,” terangnya.

Pancho, selaku bendahara yayasan berharap dukungan dari BKM dan masyarakat sekitar, untuk memperjuangkan tanah wakaf masjid perjuangan 45 tersebut.

“Kami mohon dukungan dan suport untuk mengembalikan tanah wakaf ini balik ke masjid. Kalau BKM dan masyarakat tidak peduli, berarti mereka sudah membiarkan yang tidak benar itu terjadi,” harap Pancho, selaku bendahara yayasan.

Reporter : Zaim
Editor : Jafar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *