21 Mei 2022

Dr. H.Sakhira Zandi M.Si : “Mesjid Agung Tebingtinggi Pelopor Pemberdayaan Ekonomi Umat Berbasis Mesjid”

140 Pengunjung

Tebingtinggi-Rentaknews.com. Dr. H. Sakhira Zandi M. Si berharap agar Mesjid Agung Kota Tebingtinggi dapat menjadi pelopor pusat pemberdayaan ekonomi umat berbasis Mesjid.

“Ketika Rasulullah Hijrah ke Medinah dulunya, yang pertama beliau dirikan adalah Mesjid sebagai Pusat pengaturan strategi pembaharuan peradaban Umat dengan menjadikan mesjid bukan hanya tempat sujud dan rukuk saja (ibadah mahdhoh saja), namun mesjid difungsikan Rasulullah Saw sebagai sarana mengatur kesejahteraan umat secara kaffah (totalitas) yakni meliputi; kekuatan idiologi, sosial budaya, kesehatan, pendidikan, politik, ekonomi, militer dan kenegaraan ( daulah ) di atur melalui mesjid,” ungkap Sakhira Dalam Khutbah nya di Mesjid Agung Tebing Tinggi, Jum’at baru-baru ini

Menurut Ketua Umum PW PUI SU itu, ajaran Islam yang berhubungan dengan Fiqh itu meliputi aspek kajian ibadah dan muamalah yang jika dipresentasekan aspek muamalah yang lebih banyak kajiannya dari pada ibadah.

“Namun kenyataannya para da’i dan muballigh kita lebih dominan memberikan penyuluhan dan bimbingan dari aspek aqidah dan ibadah saja, sementara aspek muamalah sangat sedikit disampaikan bahkan terkadang terabaikan,” ujarnya.

Menurut Sakhira yang sekarang juga sebagai ketua bidang Kominfo DHD 45 Sumut, bahwa bidang Politik, Pendidikan, Kesehatan dan khususnya bidang ekonomi sangat perlu disampaikan dan diulas bagi masyakarat muslim.

Dia menyampaikan dalam kutbahnya hadis Nabi SAW yang berbunyi “Kadal fakru ayyaku na kufron” (situasi/ kondisi orang yang sedang fakir akan bisa tergiring kepada kekufuran).

“Makanya Islam pada awal perkembangannya dan sampai sekarang sangat antusias memperhatikan aspek muamalah ini, khususnya bidang Ekonomi,” lanjutnya.

Sakhira menyampaikan mesjid salah satu tempat yang sangat strategis untuk pemberdayaan ekonomi umat, apa lagi di masa pasca situasi pandemi 19 ini.

“Mesjid memiliki beberapa kekuatan untuk itu diantaranya, pertama, mesjid mempunyai jama’ah yang tetap. Dimana jama’ah ini klafikasi kemampuannya sangat beragam, ada yang berkemampuan dan ada juga yang perlu mendapat bantuan. Tentunya pendataan jama’ah yang berkemampuan dan pendayagunaan sangat perlu dilakukan,” urainya.

Dia manyebutkan, “Jangan simpan harta yang banyak itu, segera infaq dan sedekahkan di jalan Allah melalui Mesjid ini, agar dapat digunakan secara maksimal pemberyaan ekonomi Umat.

“Kedua, Mesjid punya uang kas dari hasil kumpulan jama’ah, mohon ini diproduktifkan, jangan hanya dipampangkan di papan pengumuman,” imbaunya.

“Buat ‘zero kas’ (kas kosong per Jumatnya) digunakan untuk pemberdayaan ekonomi dan kesejahteraan umat, beri modal kepada UMKM di sekitar Mesjid, buat toko toko kecil dan diisi dengan sarana prasarana kebutuhan keseharian jama’ah dan orang yang datang ke Mesjid itu,” lanjut Sakhira.

Ketiga, Mesjid punya BKM sebagai sumberdaya manusia sebagai penggerak dan motivasi kesadaran umat, khusus sektor ekonomi ini. Bingkai dan eksistensi serta kewibawaan mesjid akan menjadikan Pengurus BKM untuk senantiasa ikhlas dan punya semangat jihad untuk mengangkat perekonomian Umat.

Sakhira menekankan dalam khutbahnya mari kita semua melakukan “Jihad I’tishodi (Jihad Ekonomi)”.

Di akhir Khutbahnya yang dihadiri ribuan jamaah dan Walikota Tebing Tinggi H. Umar Zein serta SKPD lainnya, Dr. Sakhira Zandi menyatakan bahwa pemberdayaan ekonomi umat berbasis mesjid ini dapat terwujud bilamana;

  • Pertama, dibutuhkan bantuan pemerintah memfasilitasi tata kelola pemberdayaan, seperti, pemberian pelatihan kewirausahaan terhadap pengurus dan jama’ah mesjid yang di sondingkan dengan SKPD yang linier terhadap pemberdayaan ekonomi umat. Kemudian pemberian modal melalui hibah atau pinjaman lunak dll.
  • Kedua,peran BKM sebagai penggerak potensi ekonomi jama’ah dan merancang unit unit usaha yang disesuaikan dengan kondisi jama’ah mesjid.
  • Ke tiga, menguatkan dukungan jama’ah secara maksimal,
  • Ke empat, pendirian lembaga keuangan mikro untuk sarana peminjaman modal;
  • Ke lima, Menjadikan Mesjid sebagai tempat strategis Pengumpulan Zakat, Infaq, Sedekah dan Wakaf (ZISWAF) dari Umat atau jama’ah mesjid.

Setelah selesai sholat Jumat beberapa jamaah berkomentar bahwa baru kali ini ada Khotib Jumat yang berbicara tentang pemberdayaan ekonomi umat, dan ini sangat menyentuh dan menyadarkan jama’ah.

Dr. Sakhira Zandi, M.Si yang juga sebagai Direktur Pusat Inkubasi Bisnis Syariah (PINBAS) MUI Cabang Sumatera Utara berpesan kepada para da’i, ustadz dan para mubaligh lainnya, agar materi materi khutbah Jum’at ke depan harus juga disampaikan materi muamalat lainnya, seperti urgensi pendidikan, kesehatan, politik dan wawasan kebangsaan versi Islam dalam moment khutbah Jum’at dan moment ceramah lainnya.

“Kita juga berharap dengan khutbah saya tadi BKM dan Jama’ah Mesjid Agung Tebing Tinggi menjadikan Mesjid Agung ini sebagai pelopor Gerakan Pemberdayaan Ekonomi berbasis Mesjid di Kota Tebing Tinggi khusus nya pada umum nya di Wilayah Sumatera Utara, pungkasnya. (r/Aziz)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *