21 Mei 2022

DPRD Medan Segera Proses Penabalan Nama Jalan Teuku Muhammad Hassan dan S M Amin Nasution

125 Pengunjung

Ketua I DHD 45 Sumut Brigjen TNI (Purn.) dr. Harry Yusmanadi didamping Sekretaris Umum Dr. Eddy Syofian, MAP menyerhakan dokumen pengusulan penabalan nama Teuku KMuhammad hasan dan SM Hasim Nasution sebagaiu nama jalan di Kota Medan kepada Walkil Ketua DPRD Kota Medan H. Rajuddin Sagala di Gedung DPRD Medan, Senin (7/2/2022).

Medan – Rentaknews.com. DPRD Kota Medan segera memproses penabalan nama Jalan Teuku Muhammad Hasan dan Jalan SM Amin di sebagian nama jalan di Kota Medan.

Hal itu diungkapkan Wakil Ketua DPRD Kota Medan H. Rajuddin Sagala kepada Pengurus Dewan Harian Daerah Badan Pembudayaan Kejuangan 45 (DHD 45) Provinsi Sumatera Utara yang beraudiensi ke ruang kerjanya, Senin (7/2/2022).

Dalam kesempatan itu Rajuddin Sagala didampingi Ketua Komisi I DPRD Kota Medan Rudianto Simangunsong, S.Pd.I dan Anggota Komisi IV DPRD Kota Medan Dedi Asykari Nasution, ST. Sedangkan dari DHD 45 hadir Sekretaris Umum Dr. Eddy Syofian, MAP, Bendahara Umum Ir. Vivi Savitri, Ketua I Brigjen TNI (Purn.) Harry Yusmanadi, Ketua II Sanggam Hutagalung, Ketua IV Hj. Risnawati Dartatik Damanik, Wakil Sekretaris I Drs. Ansari Adnant Tarigan, MSi, Sekretaris III Dra. Nina Karina, MSP, Kabid Organisasi Usman Rambe, Kepala Sekretariat Drs. Harun Al Rasyid, Wakil Ketua DHC 45 Kota Medan Aulia Lukman Hakim dan Sekretaris Supriadi.


Ketua I DHD 45 Brigjen TNI (Purn.) dr Harry Yusmanadi, pada kesempatan itu menyerahkan dokumen pengusulan nama pahlawan nasional Teuku Muhammad Hassan dan SM Amin Nasution sebagai nama jalan di Kota Medan.

Menurut Harry, pengusulan nama Teuku Muhammad Hassan dan SM Amin Nasution sebagai nama jalan di Kota Medan sudah tiga kali diajukan. Pertama masa kepemimpinan Wali Kota Medan Dzulmi Eldin, kedua masa kepemimpinan Achyar Nasution, dan ketiga masa kepemimpinan Pjs Wali Kota Medan Ir. Arif Trinugroho.

“Sudah tiga kali diajukan namum belum ada realisasinya, bahkan beberapa ormas dan para sejarahwan juga sudah pernah mengajukan hal serupa,” kata Purnawirawan Kopassus ini.

Untuk itu, DHD 45 lalu mengambil langkah mengajukannya melalu DPRD Kota Medan.

“Diharapkan dengan pengajuan melalui DPRD Kota Medan ini, hal ini segera dapat diproses karena kami yakin DPRD Medan masih memahami falsafah ‘Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa pahlawannya,” ujarnya.

Menurut Harry, jasa Teuku Muhammad Hasan sangat besar dalam sejarah kemerdekaan Indonesia.

“Beliaulah yang ditugaskan Presiden Soekarno untuk membacakan Teks Proklamasi Kemerdekaan RI yang baru bisa dilaksanakan pada 6 Oktober 1945 di Lapangan Merdeka Medan di bawah tekanan Belanda dan sekutu yang sudah masuk ke kota Medan,” ungkapnya.


Dia menyebut, lapangan Merdeka Medan adalah saksi bisu jejak sejarah Proklamasi Kemerdekaan Ri di Pulau Sumatera. Di situ Teuku Muhammad Hasan atas instruksi Presiden Soekarno untuk membacakan Teks Proklamasi Kemerdekaan RI yang dihadiri ribuan Rakyat Kota Medan.

“Bahkan beliau dipercaya menjadi menteri dan meletakkan dasar pemerintahan daerah, sebelum Pulau Sumatera dibagi atas beberapa provinsi,” kata Harry lagi.

Sementara itu Sutan Muhammad Amin Nasution adalah Gubernur Sumatera Utara pertama dan ketiga. Beliau banyak berjasa dalam menata pemerintahan Sumatera sejak mulai berkedudukan di Pematangsiantar sampai dipindahkan ke kota Medan.

“Pada dasarnya kedua tokoh ini sangat berjasa dalam perjuangan bangsa ini. Pemerintah pusat pun sudah menganugerahi gelar Pahlawan Nasional kepada keduanya,” kata Harry lagi.

Tuntutan yang wajar

Wakil Ketua DPRD Kota Medan H. Rajuddin Sagala menilai permohonan DHD 45 ini sangat wajar dan berbangga kepada DHD 45 Sumut yang tanpa pamrih dan tanpa adanya kepentingan pribadi masih mau mengingatkan DPRD untuk menghargai Pahlawan Nasional dari Sumut untuk diabadikan nama mereka sebagai nama jalan di Kota Medan yang kita cintai bersama.

“Kami akan segera memproses dan meminta pihak eksekutif memprpioritaskannya. Kami akan minta eksekutif untuk segera mengkaji dan mengevaluasi jalan mana yang sesuai dijadikan nama jalan dari kedua pahlawan nasional ini. Jadi harus disesuaikan dengan kapasitas mereka sebagai Pahlawan Nasional,” katanya lagi.

Sementara itu Ketua Komisi I DPRD Medan Rudianto Simangunsong, SPdI sangat mendukung usulan ini dan mengajak DHD 45 untuk terus mengawal prosesnya.

Hal yang sama juga dinyatakan oleh anggota Komisi I Dedy Asykari Nasution ST dari Fraksi Gerindra bahwa dengan penabalan nama pahlawan kemerdekaan sebagai nama jalan akan mengingatkan memori sejarah bangsa untuk generasi muda.

“Dengan penabalan nama pahlawan sebagai nama jalan kita telah mengingatkan generasi penerus akan jasa-jasa pahlawan, untuk saya lebih memprioritaskan pengusulan nama pahlawan nasional daripada nama tokoh lain,” ujar Dedi.

Hingga saat ini sudah ada 13 Pahlawan Nasional dari Sumatera Utara yakni : Sisingamangaraja XII, F L Tobing, Tengku Amir Hamzah, Zainul Arifin, Adam Malik, Jenderal Besar A. H. Nasution, D I Panjaitan, T B Simatupang, Kiras Bangun, Djamin Ginting, Prof Lafran Pane, Teuku Muhammad Hasan dan Sutan Muhammad Amin Nasution. (r/hrn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *