21 Mei 2022

Warga Desa Tabuyung dan Bintusa Sepakat Berdamai Antisipasi Bentrok lagi

100 Pengunjung

Madina-Rentaknews.com. Masyarakat Desa Bintuas Kecamatan Natal dan Masyarakat Desa Tabuyung Kecamatan Muara Batang Gadis, Kabupaten Madina, baru-baru ini, sepakat berdamai untuk mengantisipasi terulangnya bentrokan akibat adanya kesalah pahaman.

Kronologis terjadinya bentrok berawal pada November 2021, telah terjadi penganiayaan yang dilakukan masyarakat Desa Bintuas kepada seorang remaja dari Desa Tabuyung yang mengakibatkan korban mengalami luka dan dilarikan ke rumah sakit.

 Camat Natal Sapuddin,S.Sos, mengungkapkan sebelumnya sempat berdamai namun karna korban harus dilarikan ke rumah sakit dan dinyatakan meninggal dunia sehingga masyarakat Desa Tabung merasa tidak terima dan melakukan pembakaran terhadap gudang ikan milik masyarakat Desa Bintuas, Senin (3/2/2022).

Setelah kejadian tersebut, pihak Forkopimcam kedua Kecamatan melakukan upaya mediasi dan sepakat untuk melakukan perdamaian dan mengganti rugi seluruh kerugian yang dialami kedua Desa.

Kemudian kedua desa menandatangai surat pernyataan yang bertuliskan:

Dengan ini kami sepakat dan menyatakan atas kejadian penganiayaan yang terjadi pada tanggal 13 November 2021 di Desa Kunkun antara kelompok pemuda Desa Bintuas Kec. Natal dengan kelompok pemuda Desa Tabuyung Kec. Muara Batang Gadis dan surat perjanjian yang ditandatangani oleh pihak-pihak terkait pada tanggal 17 Januari 2022, disimpulkan sebagai berikut :

  • a.  Pihak I dan pihak II sepakat untuk berdamai dan tidak meneruskan semua perselisihan kepada ranah hukum yaitu penganiayaan an. Alidansyah als. Togar dan pembakaran gudang.
  • b.  Pihak I menyerahkan bantuan perobatan yaitu an. Alidansyah als Togar kepada pihak II sebesar Rp 125.000.000,-
  • c.  Pihak II memberikan bantuan bahan bangunan berupa kayu ± 3 m³, seng 30 lembar, untuk keperluan pembangunan gudang yang terbakar pada hari Sabtu tanggal 29 Januari 2022 pada Pihak I, sedangkan pembangunannya dilakukan Pihak I (masyarakat Bintuas)
  • d. Pihak I dan pihak II menyatakan surat perjanjian yang dibuat pada tanggal 17 Januari 2022 tidak berlaku lagi.

Demikian surat pernyataan ini kami perbuat dengan sebenarnya bermatrai tempel Rp. 10.000,- dan ditanda tangani dihadapan para saksi yang hadir pada hari ini.

Dengan terealisasinya perdamaian tersebut, masyarakat Desa Bintuas dan Tabuyung menyampaikan terima kasih kepada Kapolda Sumut, karena telah membantu melakukan mediasi dan mempercepat penyelesaian pertikaian kedua desa, serta persaudaraan di antara mereka bertaut kembali. (r/Dhini Natasya)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *