21 Mei 2022

Pasak-Pasak Bumi yang Kokoh

120 Pengunjung

Selasa, 05 Sya’ban 1443/08 Maret 2022

Firman Allah SWT :

وَتَرَى الْجِبَالَ تَحْسَبُهَا جَامِدَةً وَهِيَ تَمُرُّ مَرَّ السَّحَابِ صُنْعَ اللَّهِ الَّذِي أَتْقَنَ كُلَّ شَيْءٍ إِنَّهُ خَبِيرٌ بِمَا تَفْعَلُونَ

Artinya :
“Dan kamu lihat gunung-gunung itu, kamu sangka dia tetap di tempatnya, padahal dia berjalan sebagaimana jalannya awan. (Begitulah) perbuatan Allah yang membuat dengan kokoh tiap-tiap sesuatu; sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS: An Naml 27:88)

Sesunguhnya keindahan bumi Nusantara ini begitu mempesona, deretan gugusan pulau terletak pada posisi yang strategis, secara geografis kepulauan Nusantara diapit oleh dua benua Asia dan Australia dan dialiri deburan ombak dari dua samudera Hindia dan Pasifik.

Letak gegrafis tersebut menyebabkan kepulauan Nusantara memiliki banyak gunung api aktif yang merupakan lingkaran cincin api pasifik, kawasan seperti ini menjadi labil, sering mengalami gempa tektonik dan vulkanik.

Al Qur’an memberikan informasi kepada kita fungsi geologis penting dari kehadiran berbagai gunung yang mengelilingi negri ini.

Firman Allah SWT:

وَجَعَلْنَا فِي الْأَرْضِ رَوَاسِيَ أَنْ تَمِيدَ بِهِمْ وَجَعَلْنَا فِيهَا فِجَاجًا سُبُلًا لَعَلَّهُمْ يَهْتَدُونَ

Artinya :
“Dan telah Kami jadikan di bumi ini gunung-gunung yang kokoh supaya bumi itu (tidak) goncang bersama mereka…” (QS Al-Anbiya, 21:31)

Sebagaimana terlihat, dinyatakan dalam ayat tersebut bahwa gunung-gunung berfungsi mencegah goncangan di permukaan bumi.

Para ilmuwan sepakat bahwa gunung tidak diam, melainkan bergerak. Ilmuwan Profesor Emeritus Frank Press dari Amerika Serikat, seorang Geolog yang mengkaji tentang gunung sebagai sebagai pasak bumi.

Mengapa gunung diistilahkan sebagai pasak? Menurut Prof Press, sebenarnya, kerak bumi mengapung di atas cairan.

Lapisan terluar bumi membentang 5 km dari permukaan. Kedalaman lapisan gunung menghujam sejauh 35 km kedalam perut bumi. Dengan demikian, pegunungan adalah semacam pasak yang didorong ke dalam bumi.

Sesungguhnya gunung berapi senantiasa memberikan pesonanya tiada tara, namun keganasan gunung berapi dibalut oleh keindahan, kesejukan dan ketenangannnya.

Firman Allah SWT :

وَجَعَلْنَا فِي الْأَرْضِ رَوَاسِيَ أَن تَمِيدَ بِهِمْ وَجَعَلْنَا فِيهَا فِجَاجاً سُبُلاً لَعَلَّهُمْ يَهْتَدُونَ

Artinya :
“Dan telah Kami jadikan di bumi ini gunung-gunung yang kokoh supaya bumi itu (tidak) goncang bersama mereka dan telah Kami jadikan (pula) di bumi itu jalan-jalan yang luas, agar mereka mendapat petunjuk.” (QS. Al-Anbiya 21: 31).

Kekuatannya yang dahsyat tersimpan jauh berada di dalam perut bumi. Ketika ia menampakan keganasannya, batuan cair, puing-puing berhamburan, gas beracun dikeluarkan dari perut bumi, pada saat itulah kita dibuat takjub dan takut dengan kekuatannya yang super dahsyat tersebut.

Allah SWT berfirman:

اَلَمْ تَرَ اَنَّ اللّٰهَ اَنْزَلَ مِنَ السَّمَآءِ مَآءً ۚ فَاَخْرَجْنَا بِهٖ ثَمَرٰتٍ مُّخْتَلِفًا اَلْوَانُهَا ۗ وَمِنَ الْجِبَالِ جُدَدٌۢ بِيْضٌ وَّحُمْرٌ مُّخْتَلِفٌ اَلْوَانُهَا وَغَرَابِيْبُ سُوْدٌ

Artinya :
“Tidakkah engkau melihat bahwa Allah menurunkan air dari langit lalu dengan air itu Kami hasilkan buah-buahan yang beraneka macam jenisnya. Dan di antara gunung-gunung itu ada garis-garis putih dan merah yang beraneka macam warnanya dan ada (pula) yang hitam pekat.” (QS. Fatir 35: 27)

Sesungguhnya dalam ayat diatas sangat menakjubkan dan mengandung muatan untuk direnungi oleh manusia. Sehingga, tidak salah, para fisikawan meneliti kandungan apa yang terdapat dalam bermacam-macam warna yang terdapat pada gunung.

Dinegeri indah ini terdapat 4 gunung berapi super dahsyat yang menggunjang dunia, yakni; gunung Tambora tahun 1815 yang diberi gelar Pompeii dari Timur, gunung Krakatau yang meletus ditahun 1883, Gunung Samalas di Lombok meletus ditahun 1257 dan gunung Toba meletus sekitar 70 ribu tahun yang lalu.

Teranyar Mengawali tahun 2021 beberapa rentetan musibah dan bencana alam melanda Indonesia. Bencana dan musibah tersebut datang silih berganti serta menimbulkan korban jiwa yang tidak sedikit jumlahnya.

Didahului dengan tanah longsor di Sumedang Jawa Barat, disusul jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ 182 di perairan Jakarta, banjir di Kalimantan Selatan, gempa bumi di Sulawesi Barat, hingga gunung Simeru meletus di Jawa Timur.

Firman Allah SWT :

أَلَمْ نَجْعَلِ الْأَرْضَ مِهَادًا
وَالْجِبَالَ أَوْتَادًا

Artinya :
“Bukankah Kami telah menjadikan bumi itu sebagai hamparan?, dan gunung-gunung sebagai pasak?” (QS, An-Naba 78:6-7)

Dengan kata lain, gunung-gunung menggenggam lempengan-lempengan kerak bumi dengan memanjang ke atas dan ke bawah permukaan bumi pada titik-titik pertemuan lempengan-lempengan ini. Dengan cara ini, mereka memancangkan kerak bumi dan mencegahnya dari terombang-ambing di atas lapisan magma atau di antara lempengan-lempengannya.

Dari catatan sejarah daya ledak gunung tersebut meluluh lantakan tatanan alam, bagaimana dengan gunung Toba yang masih tidur pulas, sungguh tak terbayangkan bagaimana saat ia meletus pada zamannya.

Kita tidak tahu sesungguhnya bila semua gunung-gunung sebagai pasak bumi meletus secara serentak, melihat bencana anak gunung karakatau saja sungguh menakutkan, apalagi bila berkesinambungan atau serentak, semoga Allah SWT, sebagai pemilik alam semesta masih melindungi kita dari keganasan ledakan gunung berapi. (r/IT)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *