15 Agustus 2022

KPK Dinilai tak Kebanggaan lagi

139 Pengunjung

Febri Diansyah: “Full of Controversy dan Begitu Banyak Gimmick yang Kita Lihat”

Jakarta, RNc – Mantan Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Febri Diansyah menilai kinerja lembaga antirasuah sudah tidak bisa lagi dibanggakan. Ia menyebut KPK kini terlalu banyak mengeluarkan gimmick.

“KPK sekarang adalah KPK yang menurut saya full of controversy dan begitu banyak gimmick yang kita lihat,” kata Febri dalam diskusi daring, dikutip Kamis, 9 Juni 2022.

Ia mencontohkan salah satu gimmick yang dipertontonkan KPK belum lama ini. Gimmick tersebut berupa pemberian rompi biru kepada PLN beberapa waktu lalu.

Mantan juru Bicara KPK Febri Diansyah (foto:jpc)

Aksi yang menurut KPK itu sebagai bentuk pencegahan korupsi, kata dia, justru dinilai lelucon oleh warganet.

“Kemarin ada rompi biru sampai diledekin oleh banyak pihak ya, dibuatin kartunnya ada, saya melihat di media sosial itu sampai ada kartun doraemon yang mengeluarkan rompi biru,” ucap dia.

Febri berharap KPK sadar akan gimmick-nya dinilai sebagai lelucon. Ia bahkan meyakini para pegawai KPK tidak nyaman dengan gimmick yang selama ini dipertontonkan lembaga antirasuah.

“Itu sebenarnya sindiran yang mestinya dilihat secara lebih sensitif oleh pimpinan KPK, saya yakin teman-teman pegawai KPK resah dengan situasi yang ada saat ini,” tutur Febri.

Sebelumnya, KPK menjelaskan tujuan pihaknya memberikan rompi biru kepada jajaran PT PLN dalam Bimbingan Teknis Antikorupsi pada Selasa, 31 Mei 2022.

Penyematan rompi biru tersebut menuai reaksi dari berbagai kalangan. Namun KPK menjelaskan rompi biru itu merupakan bentuk komitmen PLN mewujudkan ekosistem antikorupsi.

“Penyematan ini sebagai simbol komitmen para pegawai PLN untuk konsisten menanamkan nilai-nilai integritas dalam upaya mewujudkan ekosistem antikorupsi dalam tubuh PLN,” kata Plt Juru Bicara KPK Ipi Maryati Kuding dalam keterangannya, Kamis, 2 Juni 2022.

Ia menerangkan, rompi tersebut bertuliskan tagline Berani Jujur Hebat yang bersanding dengan logo PLN. Hal itu dimaksudkan sebagai sarana kampanye antikorupsi.

“Pesan tersebut sekaligus menjadi pengingat bagi pegawai PLN dalam menjalankan tugas maupun masyarakat sebagai publik yang menerima layanan PLN untuk bersama-sama menolak suap, gratifikasi dan berperilaku antikorupsi,” tukas Ipi.

Rompi sebagai sarana kampanye antikorupsi merupakan inisiatif dan pengadaan oleh PLN. Demikian juga terkait warna biru yang merupakan pilihan dan warna khas PLN.

KPK menyambut baik komitmen PLN ini karena selaras dengan strategi yang diusung KPK dalam menurunkan tingkat korupsi di Indonesia.

Melalui Trisula Pemberantasan Korupsi, KPK mengandalkan tiga pendekatan strategi sekaligus, yaitu pendidikan, pencegahan, dan penindakan yang dijalankan secara simultan, terintegrasi satu sama lain, dan dengan berkolaborasi bersama para pemangku kepentingan, serta seluruh unsur masyarakat.

KPK berharap, para peserta yang telah mengikuti bimtek kemudian menularkan pengetahuan yang diterimanya, sehingga semakin luas masyarakat yang terinternalisasi nilai-nilai integritas hingga akhirnya terwujud sebuah budaya antikorupsi di dalam masyarakat. (h/fajar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *